Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal (tengah). (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadan)
Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal (tengah). (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadan)

68 Terduga Teroris Ditangkap Sepanjang 2019

Nasional terorisme
Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 Mei 2019 15:50
Jakarta: Densus 88 Antiteror menangkap sebanyak 68 terduga teroris kurun waktu Januari sampai Mei 2019. Penangkapan terbanyak terjadi selama Mei dengan jumlah terduga teroris yang dibekuk sebanyak 29 orang.
 
"Bulan (Mei) ini yang paling banyak yaitu 29 tersangka. Mayoritas berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen M Iqbal, Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Mei 2019.
 
Iqbal memerinci,pada Januari Densus 88 Antiteror menangkap empat tersangka, Februari satu tersangka, Maret 20 tersangka, April 14 tersangka, dan Mei 29 tersangka. Saat ini ke-68 terduga teroris masih dalam proses penyidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari jumlah tersebut, kata Iqbal, delapan orang terduga teroris tewas salah satu lantaran bom bunuh diri di Sibolga, Sumatera Utara. "Tujuh tersangka meninggal dunia karena mengancam nyawa petugas. Dilakukan pelumpuhan walaupun akibatnya mematikan," ujarnya.
 
Ia menegaskan tindakan tersebut sesuai dengan standar operasional prosuder. Ketika petugas mendapat ancaman seketika itu dilakukan pelumpuhan.
 
Baca juga:Terduga Teroris Jepara Dikenal Pendiam
 
Lebih lanjut Iqbal mengatakan 18 orang terduga teroris ditangkap di Jakarta, Bekasi, Karawang, Tegal, Nganjuk, dan Bitung Sulawesi Utara. Dalam penangkapan Densus 88 Antiteror mengamankan lima buah bom rakitan dengan menggunakan pemicu daya ledak sistem sumbu.
 
Selain itu diamankan dua buah pisau dan dua busur panah. "Itu kita temukan di beberapa tempat kejadian perkara," lanjut dia.
 
Selanjutnya, 11 terduga teroris berhasil ditangkap di Jakarta, Kerobokan, Sukoharjo, Sragen, Kudus, Jepara, Semarang dan Madiun. Sembilan diantaranya merupakan anggota aktif JAD.
 
"Sembilan tersangka anggota aktif JAD itu yang telah ditetapkan sebagai organisasi terorisme. Mereka mengikuti pelatihan paramiliter di dalam negeri dan dilanjutkan ke Suriah," ungkapnya.
 
Mereka juga merupakan kader yang berangkat ke Suriah sebagai foreign terorrist fighter sedangkan dua tersangka lainya merupakan deportan. "Mereka deportan, hijrah ke Suriah, belajar membuat bom asap di camp Allepo," terangnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif