Ilustrasi. medcom.id
Ilustrasi. medcom.id

Dijaga 330 Personel, Begini Tahapan Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

Adri Prima • 26 Juli 2022 11:12
Jakarta: Polisi akan menggelar proses autopsi ulang jenazah Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat (J) pada Rabu, 27 Juli 2022. Ekshumasi digelar di makam Brigadir J, Kabupaten Muaro Jambi.
 
"Pihak pengacara dengan ketua perhimpunan kedokteran forensik Indonesia dan para pakar forensik diputuskan untuk pelaksanaan ekshumasi di Jambi akan dilaksanakan pada hari Rabu besok," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu, 23 Juli 2022.
 
Nantinya, proses autopsi ulang jenazah Brigadir J tersebut akan dijaga ketat sebanyak 330 personel di sejumlah titik. Pengamanan dilakukan pada 26-28 Juli 2022. Ekshumasi sendiri dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 27 Juli 2022.
 
"Sebanyak 330 Personel yang ditugaskan akan ada di rumah duka, pemakaman, RSUD Sungai Bahar, dan Polsek Sungai Bahar," kata Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Juli 2022.
 
Mulia mengatakan personel yang bertugas itu gabungan dari Polda Jambi dan Polres Muaro Jambi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun tahapan autopsi Brigadir J dimulai dengan ekshumasi atau penggalian kubur untuk mengangkat jenazah dan selanjutnya dilakukan autopsi ulang. 
 
Keluarga Brigadir Yosua ingin autopsi ulang karena tidak percaya dengan hasil autopsi pertama yang menyebutkan Brigadir J tewas akibat baku tembak. Keluarga meyakini Brigadir J tewas akibat pembunuhan berencana karena adanya kejanggalan seperti bekas luka jeratan di leher dan lebam-lebam di tubuh Brigadir J. Brigadir J diduga dianiaya dalam perjalanan dari Magelang ke Jakarta.

Autopsi ulang libat 7 dokter forensik


Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menjelaskan autopsi ulang akan melibatkan tujuh kedokteran forensik. 
 
"Kalau dari Perhimpunan Kedokteran Forensik Indonesia yang saya sudah dapatkan informasi ada tujuh orang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan. 
 
Namun, Dedi tak menyebutkan identitas ketujuh dokter forensik tersebut. Hanya saja dia menyebut beberapa dari mereka adalah guru besar yang memang ahli di bidang forensik. 
 
"Itu akan hadir ya, termasuk nanti dari Kedokteran Forensik Polri yang juga sudah memiliki pengalaman," ujar Dedi. 
 
Dedi tak menutup kemungkinan akan melibatkan kedokteran forensik dari rumah sakit TNI, seperti Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL), dan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAL). Menurutnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menekankan untuk terbuka, transparan, dan akuntabel.
 
(PRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif