medcom.id, Jakarta: Mantan staff pemasaran PT Adhi Karya Teguh Suhanta mengaku pernah dititipkan uang mantan Manajer Pemasaran Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, M Arief Taufiqurahman. Uang itu buat dibagikan kepada panitia lelang pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan Sekolah dan Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.
"Pak Arief perintahkan kasih uang Rp100juta ke panitia lelang, Pak Wisler, saya berikan stafnya," ungkap Teguh saat bersaksi buat terdakwa Machfud Suroso di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (7/1/2015).
Uang diberikan usai KSO Adhi-Wika dinyatakan sebagai pemenang lelang proyek Hambalang. Rencananya, fulus itu diberikan buat ketua panitia lelang Wisler Manalu. Tapi, uang itu justru dikembalikan Wisler pada Teguh. "Saya lapor Pak Arief, disuruh simpan," tambah dia.
Duit itu, kemudian, digunakan Arief sebanyak Rp30 juta untuk mengurus beberapa keperluan. Sementara sisanya disimpan kembali. "Sisanya Rp70 juta saya kembalikan ke KPK," pungkas Teguh.
Dalam dakwaan diketahui, sebelum pelaksanaan proyek P3SON, Machfud bersama Dirut PT Msons Capital, Munadi Herlambang bertemu dengan Arief Taufiqurahman membahas rencana keikutsertaan PT Adhi Karya. Usai itu, Machfud juga menemui Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam bersama Teuku Bagus dan Arief. Dalam pertemuan itu, Arief menyampaikan keinginan PT Adhi Karya ikut serta dalam proyek Hambalang
medcom.id, Jakarta: Mantan staff pemasaran PT Adhi Karya Teguh Suhanta mengaku pernah dititipkan uang mantan Manajer Pemasaran Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, M Arief Taufiqurahman. Uang itu buat dibagikan kepada panitia lelang pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan Sekolah dan Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.
"Pak Arief perintahkan kasih uang Rp100juta ke panitia lelang, Pak Wisler, saya berikan stafnya," ungkap Teguh saat bersaksi buat terdakwa Machfud Suroso di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (7/1/2015).
Uang diberikan usai KSO Adhi-Wika dinyatakan sebagai pemenang lelang proyek Hambalang. Rencananya, fulus itu diberikan buat ketua panitia lelang Wisler Manalu. Tapi, uang itu justru dikembalikan Wisler pada Teguh. "Saya lapor Pak Arief, disuruh simpan," tambah dia.
Duit itu, kemudian, digunakan Arief sebanyak Rp30 juta untuk mengurus beberapa keperluan. Sementara sisanya disimpan kembali. "Sisanya Rp70 juta saya kembalikan ke KPK," pungkas Teguh.
Dalam dakwaan diketahui, sebelum pelaksanaan proyek P3SON, Machfud bersama Dirut PT Msons Capital, Munadi Herlambang bertemu dengan Arief Taufiqurahman membahas rencana keikutsertaan PT Adhi Karya. Usai itu, Machfud juga menemui Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam bersama Teuku Bagus dan Arief. Dalam pertemuan itu, Arief menyampaikan keinginan PT Adhi Karya ikut serta dalam proyek Hambalang
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)