Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Mochammad Iqbal. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Mochammad Iqbal. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.

Polri Menunggu Pemulangan Tiga Terduga Teroris dari Malaysia

Nasional malaysia wni gabung isis wni ditangkap
Sri Utami • 25 Juli 2018 17:40
Jakarta: Polri belum mendapat informasi terkait tiga WNI yang ditangkap di Malaysia. Upaya pemulangan ketiganya masih terganjal proses pemeriksaan yang sedang dilakukan kepolisian Diraja Malaysia.
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian setempat.
 
"Sampai saat ini belum ada keputusan, karena masih dalam proses. Apakah ada alat bukti yang cukup agar bisa dikatakan melanggar pidana atau tidak," kata Iqbal, Rabu, 25 Juli 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polri terus menyediakan data dan informasi yang diperlukan Polisi Diraja Malaysia. "Polri masih menunggu. Data apa pun yang diminta kami akan support," imbuhnya.
 
Wakapolri Komjen Syafruddin menuturkan polri sedang mengusahakan untuk membawa pulang ketiga WNI tersebut. Rencananya, mereka akan diperiksa oleh Polri.
 
Baca: RI Beri Akses Konsuler Tiga WNI Terduga Teroris di Malaysia
 
Seperti diketahui, Polisi Diraja Malaysia menangkap tujuh orang dalam operasi khusus di empat negara bagian, Johor, Terengganu, Selangor, dan Perak pada 12-17 Juli 2018. Empat orang di antaranya merupakan warga negara Malaysia dan sisanya WNI. Mereka diduga terafiliasi dengan IS.
 
WNI yang ditangkap adalah pria, 26, yang diduga telah berjanji setia dan menerima pelatihan militer dari Negara Islam Indonesia (NII), yang bertempat di Bandung, Jawa Barat.
 
Terduga kedua dari Indonesia, ditahan karena terkait kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang terlibat pembunuhan seorang aparat polisi di kantor pusat Kepolisian wilayah Jawa Barat pada 10 Mei.
 
Terduga ketiga dari Indonesia yang ditahan atas dugaan terkait radikalisme. Pelaku kedapatan menyimpan 190 rekaman video dan foto aktivitas militan dalam telepon selularnya dan mengunggahnya ke media sosial.
 

(FZN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif