Keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo/MI/Rommy Pujianto
Keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo/MI/Rommy Pujianto

Irvanto Didakwa Memperkaya Setya Novanto US$7,3 Juta

Nasional korupsi e-ktp setya novanto
Damar Iradat • 30 Juli 2018 15:44
Jakarta: Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi dan pengusaha Made Oka Masagung didakwa memperkaya sejumlah pihak, termasuk mantan Ketua DPR Setya Novanto sebesar US$7,3 juta dalam proyek penerapan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el). Negara diduga merugi hingga Rp2,3 triliun.
 
"Para Terdakwa baik secara langsung maupun tidak langsung turut serta memenangkan perusahaan tertentu dalam proyek KTP-el tahun 2011-2013 dan menjadi perantara dalam pembagian fee dari proyek tersebut untuk pihak-pihak tertentu," kata Jaksa Eva Yustisiana saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 30 Juli 2018.
 
Baca: Anang Divonis 6 Tahun Penjara

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa menjelaskan pada awal 2012, Irvanto menemui Marketing Manajer Inti Valuta Mas Sukses Money Changer Riswan alias Iwan Barala. Pertemuan itu bertujuan agar Iwan membantunya men-transfer dana dari luar negeri ke Indonesia untuk diserahkan kepada Novanto.
 
Kepada Iwan, Irvanto mengaku memiliki sejumlah uang di Mauritius dan ingin mengambilnya secara tunai di Jakarta tanpa mentransfer uang ke Indonesia. Iwan lalu berkoordinasi dengan pengelolaan money changer lainnya, Yuli Hira, untuk menyediakan orang atau perusahaan yang mempunyai transaksi dan dapat menjadi tempat pengiriman uang dari Direktur Biomorf Mauritius, Johannes Marliem.
 
Kemudian, pada rentang 19 Januari 2012 sampai 19 Februari 2012, Irvanto beberapa kali menerima uang dari Johannes Marliem hingga mencapai angka US$3,5 juta. Uang untuk Novanto juga diberikan melalui Made Oka.
 
Kolega Novanto di Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) itu disebut menyalahgunakan kedudukannya sebagai pemilik OEM Investment Pte.Ltd dengan menerima fee untuk Novanto US$1,8 juta.
 
Pada 10 Desember 2012, Made Oka kembali menerima uang untuk Novanto. Kali ini dari Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo sejumlah US$2 juta.
 
Baca: Hakim Tolak Permohonan Justice Collaborator Anang
 
"Uang tersebut masuk ke rekening perusahaan Delta Enerfy Pte.Ltd yang juga merupakan perusahaan milik Terdakwa II yang disamarkan dengan perjanjian penjualan saham sebanyak 100.000 lembar milik Delta Energy di Neuraltus Pharmaceutical Incorporation," ucap jaksa.
 
Selain memperkaya Novanto, keduanya juga didakwa memperkaya pihak lain dan sejumlah perusahaan. Berikut daftar perusahaan tersebut:
 
1. Irman sebesar Rp2.371.250.000,00 dan US$877.700 dan SG$6.000
 
2. Sugiharto sebesar US$3.473.830
 
3. Andi Agustinus alias Andi Narogong sejumlah US$2.500.000 dan Rp1.186.000.000
 
4. Gamawan Fauzi sejumlah Rp50.000.000 dan satu unit Ruko di Grand Wijaya dan sebidang tanah di Jalan Brawijaya III melalui Asmin Aulia.
 
5. Diah Anggraini sejumlah US$500.000 dan Rp22.500.000
 
6. Drajat Wisnu Setyawan sejumlah USD40.000 dan Rp25.000.000
 
7. Anggota panitia pengadaan barang/jasa sebanyak 6 orang masing- masing sejumlah Rp10.000.000
 
8. Johannes Marliem sejumlah US$14.880.000 dan Rp25.242.546.892,00
 
9. Miryam S Haryani sejumlah US$1.200.000
 
10. Markus Nari sejumlah US$400.000 atau setara Rp4.000.000.000
 
11. Ade Komarudin sejumlah US$100.000
 
12. M. Jafar Hafsah sejumlah US$100.000
 
13. Beberapa anggota DPR RI periode tahun 2009 s/d 2014 sejumlah US$12.856.000,00 dan Rp44.000.000.000
 
14. Husni Fahmi sejumlah US$20.000 dan Rp10.000.000
 
15. Tri Sampurno sejumlah Rp2.000.000,00
 
16. Beberapa anggota Tim Fatmawati, yakni Yimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Supriyantoni, Setyo Dwi
Suhartanto, Benny Akhir, Dudy Susanto, dan Mudji Rachmat Kurniawan masing-masing sejumlah Rp60.000.000
 
17. Wahyudin Bagenda selaku Direktur Utama PT LEN Industri sejumlah Rp2.000.000.000
 
18. Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mangapara selaku Direksi PT LEN Industri masing-masing mendapatkan sejumlah Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah) serta untuk kepentingan gathering dan SBU masing-masing sejumlah Rp1.000.000.000
 
19. Mahmud Toha sejumlah Rp3.000.000
 
20. Charles Sutanto Ekapradja sebesar US$800.000
 
21. Manajemen Bersama Konsorsium PNRI sejumlah Rp137.989.835.260
 
22. Perum PNRI sejumlah Rp107.710.849.102
 
23. PT Sandipala Artha Putra sejumlah Rp145.851.156.022
 
24. PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT Sandipala Artha Putra sejumlah Rp148.863.947.122
 
25. PT LEN Industri sejumlah Rp3.415.470.749
 
26. PT Sucofindo sejumlah Rp8.231.289.362
 
27. PT Quadra Solution sejumlah Rp79.000.000.000
 
Atas perbuatannya, Irvanto dan Made Oka didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif