Fayakhun Terima Rp12 Miliar
Ilustrasi sidang Fayakhun - Medcom.id/ Fachri Audhia Hafiez.
Jakarta: Terdakwa kasus suap di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fayakhun Andriadi mengaku menerima uang Rp12 miliar. Uang itu terkait pembahasan anggaran proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

Fayakhun mengatakan, uang itu diberikan oleh Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah selaku pelaksana proyek. Uang itu awalnya dijanjikan oleh sahabat Fayakhun, Erwin Arief selaku Managing Director PT Rochde and Schwarz yang juga mengenalkannya kepada Fahmi.

"Erwin mengatakan itu dari Fahmi, satu persen dari nilai kontrak atau setara Rp12 miliar. Saya terima," kata Fayakhun saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Oktober 2018.


Fayakhun mengatakan, semula uang itu tak berkaitan dengan proyek di Bakamla. Menurutnya, pemberian uang itu semata-mata kepentingan bisnis dengan Erwin. 

(Baca juga: Fayakhun Berikan Bantuan ke Novanto SG$500 Ribu)

Dalam perjalanannya, Erwin mengaitkan bantuan itu dengan proyek di Bakamla. Uang itu kemudian diserahkan secara bertahap melalui money changer.

Ia mengungkapkan pengiriman uang mesti lewat money changer untuk menghindar dilacak oleh aparat keamanan. Pasalnya, uang itu dikirim dari luar negeri. 

Fayakhun lantas mencari rekening luar negeri dan jasa money changer lantaran tak memiliki rekening luar negeri. Ia lantas meminta anak buahnya, Agus Gunawan untuk mencarikan.

"Itu bukan rekening saya. Jadi saya memang punya anak buah, pegawai, namanya Agus. Agus pernah bilang ke saya, 'Pak, kalau butuh rekening di luar negeri, ada teman Agus yang bisa bantu'. Temannya itu ternyata money changer," ucap Fayakhun.

(Baca juga: Fayakhun Tebar Uang Demi jadi Pejabat Golkar)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id