Kejagung Sudah Maksimal Bela Tuti Tursilawati

Lukman Diah Sari 03 November 2018 08:14 WIB
eksekusi mati wni
Kejagung Sudah Maksimal Bela Tuti Tursilawati
Jaksa Agung M Prasetyo. MI/M Irfan.
Jakarta: Jaksa Agung M Prasetyo mengaku sudah maksimal membela tenaga kerja wanita (TKW), Tuti Tursilawati, sebelum dieksekusi mati pemerintah Arab Saudi pada 29 Oktober 2018. Upaya advokasi dan pembelaan telah dilakukan untuk membebaskan Tuti.

"Advokasi, upaya pembelaan, termasuk atase kejaksaan di Riyadh sana berulang kali," ujar Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat, 2  November 2018. 

Hanya saja, kata Prasetyo, majelis hakim Arab Saudi menyatakan kejahatan yang dilakukan Tuti tidak bisa dimaafkan. Tuti dinilai melakukan pembunuhan yang direncanakan.


"Pembunuhan yang direncanakan menurut hukum mereka tidak bisa diberikan pengampunan," sambungnya.

Prasetyo menyayangkan eksekusi mati yang dilakukan Arab Saudi tanpa notifikasi terlebih dulu. Meski, ia sadar setiap negara memiliki aturan yang berbeda dalam menjalankan eksekusi mati.

"Kalau kita setiap kali akan mengeksekusi terpidana mati yang berkaitan dengan orang asing, kita tentunya memberikan pemberitahuan kepada keluargnya melalui kedutaan besar masing-masing. Ini namanya notifikasi, tapi untuk Arab Saudi nampaknya tidak seperti itu," jelasnya.

Prasetyo menambahkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) perlu diberikan penyuluhan hukum sebelum berangkat bekerja ke luar negeri. Penyuluhan itu bisa diberikan para atase kejaksaan yang berada di Arab Saudi.

Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah memprotes keras eksekusi mati terhadap Tuti. Arab Saudi diharapkan memperhatikan protes dari Indonesia.

Pemerintah Arab Saudi mengeksekusi Tuti pada 29 Oktober 2018 di Thaif, Arab Saudi. Tuti dijatuhi hukuman mati pada 2011 atas dakwaan pembunuhan berencana terhadap ayah majikannya, Suud Mulhak Al Utaibi pada 2010.




(DRI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id