Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono usai diperiksa KPK, Kamis, 21 Maret 2019. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul
Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono usai diperiksa KPK, Kamis, 21 Maret 2019. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul

Dirjen Minerba Dicecar Soal Terminasi Perusahaan Samin Tan

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Juven Martua Sitompul • 21 Maret 2019 22:22
Jakarta: Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bambang diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM.
 
Usai menjalani pemeriksaan, Bambang ogah bicara banyak soal pemeriksaannya. Bambang mengaku telah menjelaskan semua proses terminasi kontrak PKP2B PT AKT milik Samin Tan‎ kepada penyidik.
 
"Keterangan-keterangan apa itu proses terminasi AKT, perusahan AKT," kata Bambang di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemeriksaan Bambang hari ini merupakan penjadwalan ulang karena sebelumnya mangkir. Bambang sedianya diperiksa pada Senin, 18 Maret 2019.
 
KPK menetapkan pemilik PT BLEM Samin Tan sebagai tersangka baru kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Samin Tan diduga telah menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.
 
Suap diberikan agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak perjanjian karya usaha pertambangan batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian ESDM. Diduga, PT BLEM milik Samin Tan telah mengakuisisi PT ATK.
 
Eni Maulani Saragih pun akhirnya menyanggupi permintaan itu dan memengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian ESDM. Di mana posisi Eni Maulani Saragih sebagai anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR RI.
 
Baca:KPK Periksa Sekjen Kementerian ESDM
 
Dalam proses penyelesaian itu, Eni Maulani Saragih diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan Pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan dan tanaga ahli Eni Maulani Saragih.
 
Pertama, pada 1 Juni 2018 sebanyak Rp4 miliar dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni Maulani Saragih dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif