Tersangka dugaan makar Eggi Sudjana menjalani pemeriksaan lanjutan di polda Metro Jaya. Foto:Medcom.id/ Siti Yona Hukmana
Tersangka dugaan makar Eggi Sudjana menjalani pemeriksaan lanjutan di polda Metro Jaya. Foto:Medcom.id/ Siti Yona Hukmana

Diperiksa Penyidik Tangan Eggy Sudjana Diborgol

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 14 Juni 2019 16:57
Jakarta: Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana digiring ke ruang penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ia dikawal sejumlah penyidik dan pengacara dengan posisi tangan diborgol
 
Pantauan Medcom.id, Eggi keluar ruang tahanan pukul 15.07 WIB. Eggi mengenakan baju tahanan oranye dengan mengenakan peci hitam. Eggi irit bicara kepada awak media hanya sedikit menyapa dan melempar senyum.
 
"Kabar saya Alhamdulillah baik," ujar Eggi di Polda Metro Jaya, Jumat, 14 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan
pemeriksaan Eggi hari ini untuk menggali beberapa keterangan. Masih ada keterangan yang dirasa penyidik belum lengkap.
 
"Penyidik menganggap masih ada yang kurang keterangan tersangka Eggi, maka dimintai keterangan lagi," terang Argo.
 
Berkas perkara tahap pertama Eggi sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Berkas itu dilimpahkan Senin, 10 Juni 2019.
 
Eggi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti di antaranya, video Eggi yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.
 
Penyidik sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita. Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019.
 
Eggi ditahan di ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Masa penahanan Eggi diperpanjang pada Senin, 3 Juni lalu untuk 40 hari ke depan.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti. Ancamannya penjara seumur hidup.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif