Tersangka kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tahun anggaran 2018, Imam Nahrawi, menunjukkan kertas bertuliskan  'Allah Maha Baik Taqdirnya Tak Pernah Sal
Tersangka kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tahun anggaran 2018, Imam Nahrawi, menunjukkan kertas bertuliskan 'Allah Maha Baik Taqdirnya Tak Pernah Sal

Imam Nahrawi Pasrah

Nasional Kasus Suap Imam Nahrawi
M Sholahadhin Azhar • 27 November 2019 19:07
Jakarta: Eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, pasrah kepada Allah SWT dalam menjalani dalam kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun Anggaran 2018. Dia ikhlas menjalani takdir Allah.
 
"Ini suasana bulan maulid maka umat Islam harus perbanyak selawat, salah satunya selawat tasgil. Setiap manusia akan menghadapi takdirnya dan Allah maha baik takdirnya tak pernah salah, jadi itu hikmah di maulid," kata Imam di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.
 
Namun, Imam tutup mulut ketika dikonfirmasi soal dugaan penerimaan uang ke atlet bulu tangkis, Taufik Hidayat. Dia langsung melenggang masuk ke dalam mobil tahanan KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imam merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018. Perbuatan itu diduga dilakukan bersama sekretaris pribadinya, Miftahul Ulum.
 
Imam dan Mifathul diduga menerima Rp14,7 miliar dalam rentang 2014-2018. Imam juga diduga meminta Rp11,8 miliar dalam rentang 2016-2018.
 
Imam diduga menerima total Rp26,5 miliar. Fulus itu diduga komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018.
 
Imam dan Miftahul dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif