Ratna Sarumpaet Depresi
Artis Atiqah Hasiholan, anak dari Ratna Sarumpaet. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Artis Atiqah Hasiholan menyebut ibundanya, Ratna Sarumpaet, depresi di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya. Ratna, kata dia, sejatinya di bawah pengobatan psikiater setahun terakhir. 

"Jadi, berada di dalam tahanan ini tentunya mengganggu kejiwaan lebih buruk lagi. Pastilah semua di tahanan, pasti ada tekanan ya," kata Atiqah di Polda Metro Jaya, Rabu, 7 November 2018. 

Istri aktor Rio Dewanto itu mengaku polisi telah mengetahui kondisi kesehatan Ibunya. Laporan kesehatan Ratna masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP).


"Kondisi ibu saya dari sebelumnya sudah harus konsultasi dokter dan pengobatan akhirnya semakin buruk," jelas dia.

Menurut dia, ibunya pun saat ini sulit diajak makan. Makanan kesukaan yang dibuat dari rumah juga ogah ditelan Ratna. 

"Semua jenis makanan yang enak-enak, yang menurut kita enak kita bawain, tapi enggak kemakan akhirnya ujung-ujungnya yang kemakan hanya bubur," aku dia.

Melihat kondisi itu, keluarga mengajukan agar Ratna menjadi tahanan kota. Atiqah berharap permohonan ini dikabulkan kepolisian. 

Atiqah menekankan ibunya membutuhkan perawatan di rumah sakit. Dia percaya dengan pulihnya kesehatan Ratna juga baik untuk proses hukum.

"Semakin siap untuk menghadapi persidangan nanti. Soalnya takut juga kan nanti di persidangan kondisinya makin lemah dan ya jadi sulit," beber dia.  

Sementara itu, pengacara Ratna, Insank Nasruddin, khawatir dengan kondisi kliennya. Dia juga berharap polisi mengabulkan permohonan tahanan kota terhadap Ratna.

"Kalau dibiarkan terus di rutan akan semakin mempengaruhi jiwanya. Kami enggak ingin itu," terang dia 

Baca: Berkas Ratna Sarumpaet Segera Dilimpahkan

Kedua anak Ratna, Atiqah dan Fathom Saulina, siap akan menjamin keberadaannya bila permohonan tahanan kota dikabulkan. "Harapan kami adalah bahwa ketika beliau dihadirkan ke persidangan dalam kondisi yang sehat, kondisi fit, baik memberikan keterangan," ucap Insank.

Ratna menjadi tersangka setelah menyebarkan informasi bohong dengan mengaku dianiaya sejumlah orang di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 21 September 2018. Namun, polisi menemukan pada tanggal itu, Ratna sedang dirawat usai operasi plastik di Jakarta. 

Atas kebohongannya, ia dikenakan Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ia terancam maksimal hukuman 10 tahun penjara.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id