Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto
Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto

Bupati Cirebon Pasang Tarif Pengisian Jabatan

Nasional OTT Bupati Cirebon
Fachri Audhia Hafiez • 26 Oktober 2018 11:43
Jakarta: Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra dan Sekretaris Dinas PUPR Gatot Rachmanto diduga memasang tarif berbeda untuk pengisian jabatan di wilayah itu. Berdasarkan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tarif mencapai ratusan juta rupiah.
 
Tarif jabatan camat berkisar Rp50 juta, pegawai negeri sipil eselon III Rp100 juta dan eselon II Rp200 juta. Tarif tersebut berlaku relatif, tergantung tinggi atau rendah dan strategis atau tidaknya jabatan di Cirebon.
 
"Kami juga menduga, penerimaan hampir selalu terjadi setelah seseorang menduduki jabatan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat, 26 Oktober 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Bupati Cirebon Jadi Tersangka Suap
 
Sunjaya ditetapkan sebagai tersangka bersama Gatot. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait mutasi jabatan, proyek, dan perizinan di Kabupaten Cirebon Tahun Anggaran 2018.
 
Sunjaya diduga menerima suap dari Gatot Rp100 juta. Uang itu bagian fee atas mutasi dan pelantikan Gatot sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Cirebon.
 
Baca: Saksi Kembalikan Uang Suap Kasus Bupati Cirebon
 
Sunjaya selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Gatot sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
 

 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi