Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Pengamat Perkirakan Data BI yang Dicuri Sudah Capai 3,8 Terabita

Antara • 03 Februari 2022 11:03
Jakarta: Pakar keamanan siber Pratama Persadha memperkirakan geng ransomware conti hingga hari ini telah mencuri data Bank Indonesia (BI) dengan ukuran kapasitas memori dalam komputer sebesar 3,8 terabita. Update terakhir pada 30 Januari 2022, kelompok peretas siber tersebut mengeklaim telah mencuri data bank sentral sebesar 228 gigabita atau setara 6 persen.
 
"Hingga hari ini, 3 Februari 2022, ransomware conti belum menyebarkan (lagi) kabar data bocor milik Bank Indonesia," kata Pratama dilansir Antara, Kamis, 3 Februari 2022.
 
Baca: Malware dan Ransomware Jadi Ancaman Serius Dunia Digital

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun serangan dari grup ransomware conti terhadap BI sudah di-update sampai empat kali. Yakni, unggahan pertama dengan ukuran 487 megabita, kemudian naik menjadi 44 gigabita, 130 gigabita, dan terakhir 228 gigabita.
 
"Sementara jumlah komputer internal milik BI yang diklaim disusupi oleh grup ransomware conti, semula 16 unit bertambah menjadi 513 unit," ujar dia.
 
Sebelumnya, Pratama menilai bahwa penyelenggara sistem elektronik (PSE) yang mengalami peretasan serta kebocoran wajib transparan kepada masyarakat. Hal ini juga sebagai upaya agar masyarakat selalu waspada.
 
"Ini membuktikan bahwa komitmen mereka memang masuk sangat dalam ke sistem milik Bank Indonesia. Ini juga menegaskan bahwa reputasi geng ransomware conti sebagai grup hacker yang sangat berbahaya," tutur Pratama yang juga Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC dilansir MediaIndonesia.com.
 
Di lain pihak, Pratama mengungkapkan kebocoran data yang berlanjut ini mungkin menjadi bukti bahwa Bank Indonesia tidak menuruti kemauan dari peretas conti. Misalnya, dengan meminta tebusan sejumlah uang.
 
"Jadi, kasus ini memang bukan peretasan baru, melainkan memang conti mengeluarkan sedikit demi sedikit dari data yang mereka dapat untuk mengancam korbannya yang dalam hal ini pihak Bank Indonesia," ujarnya.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif