Kuasa hukum PT Media Properti Indonesia Rahim Lasupu (kanan)/Medcom.id/Kautsar.
Kuasa hukum PT Media Properti Indonesia Rahim Lasupu (kanan)/Medcom.id/Kautsar.

PT CSMI Disebut Tak Memiliki Itikad Baik Terkait Kasus Dugaan Penggelapan dan Penipuan

Nasional penipuan polri Hukum kasus penggelapan Penegakan Hukum pelayanan publik
Kautsar Widya Prabowo • 29 Juli 2021 21:15
Jakarta: PT Media Property Indonesia (MPI) melalui kuasa hukumnya Rahim bin Lasupu melaporkan PT China Sonangol Media Investment (CSMI) ke Polda Metro Jaya pada Kamis, 15 Juli 2021. Laporan tersebut dilayakankan atas dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan sehubungan investasi pada proyek pembangunan Gedung Indonesia 1 yang beralamat di Jalan Thamrin Jakarta Pusat.
 
Rahim berharap kepada para penyidik di Polda Metro Jaya yang menyelidiki laporan tersebut dapat menilai fakta-fakta hukum yang ada dan memprosesnya hingga tuntas. Rahim yakin penyidik dapat membongkar kasus yang telah sekian lama dilakukan oleh para terduga pelaku maupun dalangnya.
 
"Agar para pelaku maupun dalangnya bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Rahim kepada wartawan, Kamis, 29 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Dugaan Penipuan Terkait Pembangunan Gedung Indonesia One Diharapkan Diusut Tuntas
 
Saat ini, kata Rahim, pihaknya tengah mempersiapkan materi pemeriksaan selanjutnya. Pihaknya juga tengah menelaah sejumlah dokumen penting sebagai bukti tambahan untuk diserahkan kepada penyidik. "Saat ini kami masih mencoba untuk menelaah semua dokumen-dokumen," kata dia.
 
Rahim pun mengingatkan kepada semua pihak yang tengah berhubungan dengan objek yang sudah dilaporkan untuk peduli dengan proses hukum yang ada.
 
"Jangan sampai ada potensi-potensi atau masalah hukum baru yang muncul jika melakukan transaksi dan lain-lain sebagainya," kata dia.

Tidak Ada Itikad Baik


Sementara itu, Direktur PT MPI, Dewi Kusuma Ayu menyampaikan menyerahkan sepenuhnya terkait proses laporannya kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
 
"Kita biarkan pihak jajaran Polda Metro Jaya untuk terus menelaah kasus ini. Harapan kami, siapapun nanti bisa mendapatkan keadilan," kata Dewi.
 
Sebenarnya kata Dewi, pihaknya telah melakukan pendekatan kepada para pihak yang terkait dengan investasi tersebut sebelum dibawa ke ranah hukum. Namun tidak ada itikad baik untuk memenuhi hak dari PT MPI sendiri.
 
"Baru saat ini kami sampaikan laporan polisi. Cuma memang manajemen dari dulu sudah mencoba untuk berkoordinasi. Karena ini adalah bisnis investasi. Jadi kita mencoba melakukan semacam pendekatan secara kekeluargaan. Sejak 2010, namun tidak ada itikad baik," katanya.
 
Diketahui, MPI merupakan salah satu pemegang saham PT China Sonangol Media Investment, perusahaan yang menjadi kendaraan investasi untuk proyek tersebut. Adapun pemegang saham lain yang menjadi mitra MPI adalah CS Real Estate Pte Ltd entitas dari China Sonangol Group.

Polisi Responsif


Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh media ini, kuasa hukum PT Media Property Indonesia (MPI), Rahim Lasupu telah menjalani pemeriksaan perdana selama kurang lebih enam jam sebagai pelapor pada Rabu, 28 Juli 2021.
 
Pada pemeriksaan itu, kata Rahim, ia telah menyebutkan beberapa saksi kepada penyidik untuk memperkuat argumennya.
 
"Mudah-mudahan penyidik bisa segera melanjutkan proses lanjutan. Kemungkinan besar minggu-minggu ini akan diperiksa saksi-saksi," tuturnya.
 
Selain itu, pada saat melayangkan laporan, pihaknya telah menyerahkan sejumlah bukti pendukung atas dugaan penipuan dan penggelapan. Salah satunya korespondensi antara pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan PT CSMI.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif