NEWSTICKER
Dua tersangka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: ANT/Abdul Wahab
Dua tersangka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: ANT/Abdul Wahab

Sidang Perdana Kasus Novel Tak Dihadiri Banyak Orang

Nasional novel baswedan
Fachri Audhia Hafiez, Candra Yuri Nuralam • 19 Maret 2020 07:17
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Utara bakal menggelar sidang perdana kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Sidang tak bakal dihadiri banyak orang.
 
"Situasi pandemi (covid-19) jadi kita enggak bakal undang orang ramai-ramai ke pengadilan," kata anggota tim advokasi Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa, di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Aqsa berharap fakta baru muncul dalam persidangan. Jaksa diharapkan bisa mengungkap motif dan aktor di belakang pelaku penyiraman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jaksa menghadirkan bukti yang kuat di persidangan. Jaksa menuntut dengan pasal yang terberat," ujar Aqsa.
 
(Baca: KPK Siap Kawal Sidang Novel Baswedan Besok)
 
Dia juga berharap hakim memutus kasus ini dengan adil. Aqsa menyebut penyerangan terhadap Novel tidak bisa disamakan dengan serangan biasa.
 
"Kasus ini tidak hanya sekedar penganiayaan tapi juga serangan terhadap KPK dan pemberantasan korupsi," tutur Aqsa.
 
Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB. Sidang dibuka untuk umum.
 
Informasi yang dihimpun, sidang perkara dua terdakwa dipisah, yakni Perkara Nomor 371/Pid.B/2020/PN Jkt.Utr atas nama terdakwa Ronny Bugis dan 371/Pid.B/2020/PN Jkt.Utr dengan terdakwa Rahmat Kadir Mahulette.
 
Sidang bakal dipimpin Ketua Majelis Hakim Djumyanto dengan hakim anggota Taufan Mandala dan Agus Dawanta serta panitera pengganti Muh Ichsan. Penuntutan akan dibacakan Jaksa Fedrik Adhar.
 
Novel disiram air keras sepulang dari Masjid Al-Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017. Novel menjalani operasi mata di Singapura sejak 12 April 2017.
 
Tim teknis yang mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel menangkap Ronny dan Rahmat di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis, 26 Desember 2019. Keduanya merupakan polisi aktif dari kesatuan Brimob. Ronny dan Rahmat dijerat Pasal 170 subsider 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan dengan ancaman lima tahun penjara.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif