KPK Serius Bidik Sjamsul dan Istri di BLBI

Juven Martua Sitompul 11 Oktober 2018 21:35 WIB
kasus blbi
KPK Serius Bidik Sjamsul dan Istri di BLBI
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serius ingin menjerat pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI. Sjamsul dan Itjih disebut ikut menikmati hasil korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp4,58 triliun tersebut.

"Jadi KPK serius melakukan penyelidikan kasus BLBI ini setelah satu orang dinyatakan bersalah di Pengadilan Tipikor," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Keseriusan KPK itu dibuktikan dengan memanggil ulang kepada Sjamsul dan istrinya. Surat pemanggilan masih dalam proses pengantaran ke Singapura. Sjamsul dan Itjih sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan penyidik.


"Jadi, tim KPK yang berkoordinasi dengan KBRI dan otoritas di Singapura untuk memastikan sampai ke rumah Sjamsul dan Itjih Nursalim," ujarnya.

Baca: Sjamsul dan Istri Berpeluang jadi Tersangka

Febri mengingatkan agar Sjamsul dan istri bersikap kooperatif memenuhi panggilan penyidik KPK. Pemeriksaan ini sebagai ruang untuk mengklarifikasi tuduhan kepada Sjamsul.

"Kami ingatkan sekali lagi agar yang bersangkutan kooperatif," pungkasnya.

Diketahui, pemanggilan Sjamsul dan istri ini merupakan pengembangan atas putusan majelis hakim pengadilan Tipikor terhadap Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung. Syafruddin divonis 13 tahun penjara dan denda Rp700 juta subsider 3 bulan kurungan.

Baca: Hakim: Syafruddin Terbukti Rugikan Negara Rp4,58 triliun

Syafruddin terbukti merugikan negara sekitar Rp4,58 triliun atas penerbitan SKL BLBI kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Perbuatan Syafruddin telah memperkaya Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id