Sidang pejabat Kemenpora - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Sidang pejabat Kemenpora - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Pejabat Kemenpora Didakwa Terima Rp215 Juta

Nasional OTT Pejabat Kemenpora
Kautsar Widya Prabowo • 06 Mei 2019 17:14
Jakarta: Staff Deputi IV Olahraga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Eko Triyanta dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo didakwa menerima uang ratusan juta rupiah. Suap diberikan oleh pejabat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
 
Pejabat tersebut adalah Sekertaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy. Suap diberikan sebagai ucapan terima kasih karena telah melancarkan proses persetujuan dan pencarian dana hibah Kemenpora RI yang akan diberikan KONI Tahun Anggaran 2018.
 
Kasus ini bermula pada 17 Desember 2018, Adhi Purnomo menyampaikan kepada Eko Triyanta bahwa surat perintah pencarian dana (SP2D) terkuat dana Dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018 telah terbit. Sehingga informasi tersebut agar disampaikan kepada Ending Fuad Hamidy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu, Eko bersama Ending melakukan pertemuan di Kantor KONI Pusat. Ending menyampaikan kepada Eko untuk mengambil uang komitmen fee ke Kantor KONI Pusat esok hari.
 
Hasil pertemuan itu, disampaikan Eko kepada Adhi, bahwa ada tanda terima kasih dari Ending. Sontak Adhi merespons positif adanya uang panas tersebut.
 
(Baca juga:Ketua Umum KONI Beberkan Suap Hibah ke Penyidik KPK)
 
"Kalau ada tanda terima kasih Insyaallah akan saya gunakan untuk menambah pembayaran cicilan rumah," beber Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budhi Sarumpaet saat membacakan dakwaan, di Gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 6 Mei 2019.
 
Sesuai janji Ending, pada 18 Desember 2019, ia memberikan sejumlah uang kepada Eko. Bertempat di KONI Pusat.
 
"Ending memberikan Rp215.000.000 kepada Eko dengan mengatakan 'sekalian saja biar dibawa Eko, sekalian dikasih ke Pak Adhi'," beber jaksa.
 
Kemudian tidak berlangsung lama, Adhi menghubungi Eko yang saat itu masih berada di Gedung KONI Pusat. Adhi meminta kepada Eko untuk kembali ke kantor Kemenpora RI.
 
"Sesaat setelah Eko tiba di kantor PPTIKON Kemenpora, saat itu Eko langsung diamankan oleh pertugas KPK beserta barang bukti uang yang diterima dari Ending Fuad Hamidy," imbuhnya.
 
Akibat perbuatannya, Eko Triyanta dan Adhi Purnomo disangka melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 
Atau, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 
(Baca juga:Asisten Pribadi Menpora Imam Nahrawi Disebut Kerap 'Peras' KONI)
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif