Fuad Amin. Foto: MI/Rommy Pujianto
Fuad Amin. Foto: MI/Rommy Pujianto

Banding, Fuad Amin Malah Kena 13 Tahun Penjara

Nasional fuad amin imron
Yogi Bayu Aji • 09 Februari 2016 14:38
medcom.id, Jakarta: Putusan banding hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Fuad Amin Imron menjadi 13 tahun. Sebelumnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, ia divonis delapan tahun.
 
"Dijatuhkan pidana penjara selama 13 tahun dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan," kata pejabat Hubungan Masyarakat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta M. Hatta, Selasa (9/2/2016).
 
Putusan tersebut dikeluarkan Majelis Hakim yang diketuai Hakim Tinggi Elang Prakoso pada Rabu 3 Februari. Mantan Bupati Bangkalan itu terbukti korupsi dan pencucian uang. Hakim juga memberikan pidana tambahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak memilih dan dipilih selama lima tahun sejak selesai menjalani pidana penjara," ujar Hatta.
 
Di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, majelis hakim menghukum mantan Ketua DPRD Bangkalan itu delapan tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider enam bulan. Vonis dibacakan pada Senin 19 Oktober 2015.
 
Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta M. Mukhlis menegaskan, Fuad terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap terkait perjanjian konsorsium dan kerja sama antara PT Media Karya Sentosa (PT MKS) dan PD Sumber Daya serta memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Codeco Energy Co. Limited terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur. Perjanjian itu membuat PT MKS mendapat pasokan gas dari PT Pertamina EP.
 
Fuad juga terbukti bersalah dalam dakwaan lainnya, yakni perkara tindak pidana pencucian uang dengan sangkaan Pasal 3 UU No. 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 ayat (1) UU No. 15 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 25/2003 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 KUHP.
 
Aturan itu membahas mengenai perbuatan menyamarkan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan.
 
Vonis Fuad di Pengadilan Tipikor ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut 15 tahun penjara dan denda Rp3 miliar subsider enam bulan. Sebab, hakim tak sependapat dengan jaksa terkait penghitungan nilai tindak pidana pencucian uang oleh Fuad.
 
(TRK)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif