Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Fachri
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Fachri

KPK Yakin Menang pada Praperadilan Mardani H Maming

Candra Yuri Nuralam • 29 Juni 2022 08:07
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakin bakal menang dari gugatan praperadilan Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mardani H Maming. Lembaga Antikorupsi mengeklaim sudah sesuai prosedur dalam mengusut perkara yang menjerat Maming.
 
"Kami tegaskan bahwa seluruh proses penyidikan perkara ini kami pastikan telah sesuai dengan mekanisme perundang-undangan maupun hukum acara pidana," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu, 29 Juni 2022.
 

Baca: KPK Geledah Apartemen Diduga Milik Mardani Maming di Jakarta

Ali mengatakan saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan sidang dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, KPK memastikan siap melawan Maming dalam persidangan tersebut.
 
KPK yakin hakim bakal bijak menentukan praperadilan itu. Lembaga Antikorupsi yakin tidak bersalah dalam pengusutan perkara ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengadilan tentu akan memeriksanya apakah yang diajukan tersebut memenuhi syarat atau tidak terkait ketentuan diajukannya praperadilan," tutur Ali.
 
Mardani H Maming menggugat KPK melalui praperadilan. Gugatan atas status tersangka itu dikirim ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
 
Maming menyebut ada mafia hukum yang sedang mengincarnya. Dia menduga dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka KPK.
 
Maming terjerat dalam kasus dugaan suap izin pertambangan. Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi menyebut ada dua orang yang dicegah KPK dalam kasus ini, mereka ialah Mardani Maming dan adiknya, Rois Sunandar.
 
Maming dicegah karena berstatus tersangka. Pihak Imigrasi tidak memerinci status Rois dalam pencegahan itu. Rois pernah diperiksa KPK pada Kamis, 9 Juni 2022 saat kasus itu di tahap penyelidikan.
 
Mardani diperiksa KPK selama 12 jam pada 2 Juni 2022. Dia tak banyak berkomentar saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media. Dia hanya mengaku diperiksa terkait masalahnya dengan pemilik PT Jhonlin Group Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif