Kapuspenkum Kejagung Leonard Eber Ezen. Foto: Branda Antara/Humas Kejagung
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eber Ezen. Foto: Branda Antara/Humas Kejagung

Eks Menkominfo Diperiksa Sebagai Saksi Dugaan Korupsi Pengadaan Satelit

Siti Yona Hukmana • 11 Februari 2022 19:54
Jakarta: Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123 derajat bujur timur (BT) pada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) periode 2015-2021.
 
"Saksi yang diperiksa yaitu R (Rudiantara) selaku Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Periode 2014-2019," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 Februari 2022. 
 
Selain eks Menkominfo, Rudiantara juga pemegang hak pengelolaan filling (HPF) Slot Orbit 123 derajat Bujur Timur (BT). Rudiantara diperiksa untuk kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana, baik yang ia dengar, lihat dan alami sendiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi dalam pengadaan satelit slot orbit 123 derajat bujur timur (BT) pada Kementerian Pertahanan tahun 2015 sampai dengan 2021," ungkap Leonard.
 
Baca: Kejagung Periksa 3 Purnawirawan Jenderal TNI Terkait Kasus Satelit Orbit 123 Kemenhan
 
Kasus ini berkaitan dengan kontrak sewa Satelit Artemis milik Avanti Communication Limited pada 6 Desember 2015. Kontrak dilakukan atas penggunaan Slot Orbit 123 derajat BT dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) baru diterbitkan pada 29 Januari 2016.
 
Namun, pihak Kemenhan mengembalikan hak pengelolaan Slot Orbit 123 derajat BT kepada Kemenkominfo pada 25 Juni 2018 . Pada saat melakukan kontrak dengan Avanti, Kemenhan ternyata belum memiliki anggaran untuk keperluan pengadaan proyek satelit tersebut.
 
Kasus itu dilaporkan ke Kejagung atas dugaan korupsi. Kejaksaan menduga ada perbuatan melawan hukum dalam pengadaan proyek satelit. Perencanaan proyek juga diduga tidak dilakukan dengan baik. 
 
Kejagung masih terus mengusut kasus dugaan rasuah itu. Kini, kasus telah naik ke tingkat penyidikan.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif