Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yenti Ginarsih. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yenti Ginarsih. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Capim KPK Jilid V Dipastikan Tak Terpapar Radikalisme

Nasional pansel kpk seleksi pimpinan kpk
M Sholahadhin Azhar • 26 Juni 2019 01:58
Jakarta: Panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan isu nasional sebagai dasar seleksi. Salah satunya menghindari kandidat yang terpapar radikalisme.
 
"Kita tak mau kecolongan calon terpapar radikalisme. Kita juga enggak mau calonnya terlibat narkotika," kata Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih saat ditemui di Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.
 
Yenti tak memerinci paparan radikalisme yang dimaksud. Ia tak ingin mengkaitkan hal itu dengan isu Polisi Taliban atau Polisi India yang santer dibicarakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia fokus memagari pimpinan KPK dari segi ideologi. Hal ini dimaksudkan supaya kepemimpinan lembaga antirasuah sejalan dengan marwah Pancasila, bukan paham lain.
 
Sementara terkait calon anti narkoba, Yenti punya alasan khusus. Ia membeberkan kecenderungan di luar negeri terkait pencalonan jabatan strategis.
 
"Itu banyak terjadi seleksi di beberapa negara. Ternyata dia di belakangnya disokong sindikat narkoba," ujar Yenti.
 
(Baca: Pansel Pastikan Tak Ada Titipan Capim KPK)
 
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti ini tak meyebut negara tersebut. Namun pihaknya berkomitmen tak ingin kecolongan terkait hal itu.
 
Beberapa langkah akan ditempuh untuk memastikan hal tersebut. Selain psikotes, kata Yeti, ada inovasi tambahan. Misalnya kerja sama dengan pemimpin redaksi media dan uji publik.
 
"Tanpa jatuh pada bentuk election atau pemilihan, tapi ini adalah bentuk selection atau seleksi," ujar dia.
 
Saat ini, pihaknya tengah membicarakan format baku seleksi yang lebih interaktif, bersama dengan masyarakat. Tujuan akhirnya, Pansel Capim KPK ingin mengorbitkan figur yang benar-benar kompeten.
 
"Kita ingin masyarakat tahu, ini lho tokoh-tokoh yang sudah mendaftar," tutup dia.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif