Penyidik KPK Novel Baswedan (tengah) bersama sejumlah penyidik lain dan aktivis antikorupsi memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan oleh tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: MI/Rommy P
Penyidik KPK Novel Baswedan (tengah) bersama sejumlah penyidik lain dan aktivis antikorupsi memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan oleh tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: MI/Rommy P

Novel Baswedan Pernah Diperingatkan Akan Diserang

Nasional novel baswedan
Siti Yona Hukmana • 21 Juni 2019 09:07
Jakarta: Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochamad Iriawan disebutkan pernah memberikan peringatan kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Peringatan itu disampaikan Iriawan alias Iwan Bule satu bulan sebelum terjadi penyiraman air keras.
 
Hal itu menjadi salah satu pertanyaan penyidik Polri saat memeriksa Novel sebagai saksi korban di Gedung KPK, Jakarta Selatan pada Kamis, 20 Juni 2019.
 
"Dalam pemeriksaan itu ada belasan pertanyaan. Salah satunya mempertanyakan terkait peringatan dari Mantan Kapolda M. Iriawan," kata Anggota Tim Kuasa Hukum Novel, Alghiffari Aqsa kepada Medcom.id di Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peringatan itu bukan ancaman bagi Novel, melainkan memberitahu bahwa akan ada serangan yang menimpanya. Pasalnya, saat itu Novel tengah menangani kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el).
 
"Peringatan bahwa Novel Baswedan akan diserang dan dia (M Iriawan) menawarkan penjagaan keamanan untuk Novel Baswedan," ujar Alghif.
 
Baca juga:Tim Khusus Sodorkan Sejumlah Nama Polisi ke Novel
 
Meski saat itu tengah ramai kasus KTP-el, Alghif tak bisa memastikan Novel diserang oleh orang-orang yang terlibat kasus korupsi KTP-el tersebut. Menurut dia, hal itu perlu diselidiki lebih lanjut.
 
"Waktu itu sedang intens kasus KTP-el. Tapi, serangan terhadap Novel Baswedan bukan berarti pasti karena kasus KTP-el," tuturnya.
 
Lebih lanjut, Alghif mengatakan peringatan itu disampaikan Iriawan satu bulan sebelum peristiwa penyiraman air keras menimpa Novel. Penyidik KPK itu diserang pada Selasa, 17 April 2017.
 
"Sekitar sebulan sebelum kejadian penyerangan," beber Alghif.
 
Selain dipertanyakan terkait peringatan dari Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) itu, Novel disebutkan juga diinterogasi soal kasus-kasus korupsi lain yang ditangani oleh Novel. Kemudian, terkait peristiwa pengintaian yang dialami.
 
"Ada juga soal CCTV. Enggak terlalu banyak perbedaan dengan pertanyaan pada BAP sebelumnya di Singapura," pungkas Alghif.
 
Baca juga:Polisi Bantah Pemeriksaan Novel Baswedan Formalitas
 
Tim gabungan khusus dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui surat tugas Kapolri bernomor Sgas/3/I/HUK.6.6./2019 yang dikeluarkan pada 8 Januari 2019. Tim ini bertugas menyelidik dan menyidik kekerasan terhadap Novel selama enam bulan terhitung sejak 8 Januari 2019 sampai dengan 7 Juli 2019.
 
Novel diserang orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017, usai menjalani salat Subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun, hingga 800 hari pascateror, polisi belum juga mengungkap pelaku atau otak intelektual dari teror keji tersebut.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif