Joko Driyono. (Foto: Dok. medcom.id)
Joko Driyono. (Foto: Dok. medcom.id)

Jokdri Bantah Dirinya Dalang Perusakan Barang Bukti

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Ilham Pratama Putra • 29 Mei 2019 02:31
Jakarta: Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) membantah dirinya memberikan perintah penghancuran barang bukti terkait pengaturan skor. Dia tak menyetujui keterangan saksi dari penyidik anti mafia bola.
 
"Pertama beberapa fakta yang disampaikan kami mengerti, tapi kami tidak menyetujui asumsi. Termasuk fakta tentang perintah saya untuk menghancurkan barang bukti. Termasuk penggantian CCTV" kata Jokdri dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 28 Mei 2019.
 
Sebelumnya, salah seorang saksi dari penyidik Anti Mafia Bola, Ipda Gusti Ngurah Krisna menyebut anak buah Jokdri, Mulyadi dan Salim diminta untuk merusak barang bukti. Jokdri disebut meminta anak buahnua mengamankan barang bukti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perintahnya itu kalau enggak salah dengar, 'amankan semua barang-barang, dalam laci berupa buku kertas. Kamu masukan semua dalam koper dalam tas untuk dibawa," kata Gusti.
 
Penyidik juga menemukan mesin penghancur kertas yang menjadi salah satu barang bukti, petunjuk bagi penyidik. Mesin itu ditemukan penyidik, saat menggeledah seisi ruangan kantor Rasuna Office Park (ROP) pada tanggal 1 Februari 2019 lalu
 
Dia menyebut mesin itu berada di pantry kantor ROP yang merupakan kantor PT. Liga. Diduga mesin itu dipakai oleh anak buah Joko Driyono untuk menghancurkan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pengaturan skor.
 
Penyidik pun mencoba mengecek kamera pengawas. Ternyata kondisi kamera pengintai yang menyorot ruangan rusak.
 
"Mulyadi akhirnya mengaku, ternyata tanggal 31 Januari 2019 dirinya diperintahkan Jokdri mengambil berkas-berkas yang ada di ruangannya sekaligus CCTV," kata Gusti.
 
Diketahui, proses penyidikan bermula dari Laporan Polisi Nomor LP/6990xll/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 19 Desember 2018 atas nama pelapor Sdri. Lasmi ndaryani.
 
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti merusak barang bukti terkait pengaturan skor. Dia diduga sebagai aktor intelektual yang memerintahkan tiga pesuruhnya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti-Mafia Bola beberapa waktu lalu.
 
Dia memerintahkan tiga orang itu untuk merusak garis polisi dan masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi. Kemudian, melakukan perusakan barang bukti dan mengambil laptop.
 
Penetapan sebagai tersangka terhadap Jokdri dilakukan setelah menggeledah rumahnya dan ruang kerjanya pada Kamis, 14 Februari 2019. Atas status tersangka itu, polisi melakukan pencekalan.
 
Dia disangka melanggar Pasal 363 ke-3e dan 4e KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atas kasus penghancuran barang bukti.
 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif