Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Ahmad Subaidi

Polisi Tangkap Penghina Presiden Jokowi

Nasional penghinaan lambang negara
Damar Iradat • 05 Desember 2017 17:41
Jakarta: Polisi menangkap Cahyo Gumilar, 40, di Pamulang, Tangerang Selatan. Cahyo ditangkap karena diduga menghina Presiden Indonesia Joko Widodo di media sosial.
 
Wakabareskrim Irjen Antam Novambar mengatakan, Cahyo ditangkap di kediamannya di Pamulang, Tangerang Selatan, pada Minggu, 3 Desember 2017. Dari hasil pemeriksaan, Cahyo mengakui seluruh perbuatannya.
 
Baca: Iriana Jokowi Memaafkan Pelaku Ujaran Kebencian

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, motif Cahyo menyebarkan konten tersebut lantaran sakit hati. Dia merasa hukum saat ini berat sebelah, serta pemerintah dinilai telah mengkriminalisasi para ulama. "Motivasi pelaku melakukan perbuatan tersebut adalah panggilan jiwa," kata Antam saat dikonfirmasi, Selasa, 5 Desember 2017.
 
Selain menghina Presiden Jokowi, Cahyo juga kerap mengunggah konten yang bernada ancaman, SARA dan menghina lambang negara. Cahyo, kata Antam, telah mengedit seluruh foto-foto dan mengunggahnya ke media sosiak Facebook miliknya.
 
Setelah menangkap Cahyo, polisi langsung menggeledah rumah pelaku. Dari hasil penggeledahan, aparat turut menyita sejumlah barang bukti.
 
Antara lain, satu unit telepon genggam merek Vivo, satu unit komputer jinjing merek Toshiba, satu buah Hardisk merek Toshiba, satu buah Handycam, serta satu kamera digital. Polisi juga menyita pedang, satu bendera bertuliskan tauhid, satu bendera Palestina, tiga bendera ormas keagamaan, satu rompi hitam bergambar bendera Palestina, dan KTP.
 
Baca: Tersangka Penebar Ujaran Kebencian Minta Maaf pada Iriana Jokowi
 
Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo 28 ayat (2) dan/atau Pasal 45B Jo Pasal 29 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik dan/atau 207 KUHPidana.
 
"Selanjutnya akan diperiksa secara mendalam serta koordinasi dengan saksi ahli untuk dapat atau tidaknya pelaku ditahan," tegas dia.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif