Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (Foto: Dok./Humas Polda Metro Jaya)
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (Foto: Dok./Humas Polda Metro Jaya)

Kapolda Metro Minta Anggota Siaga Jelang Pengumuman Pemilu

Nasional pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Siti Yona Hukmana • 08 Mei 2019 10:59
Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono meminta anggotanya menjaga situasi tetap kondusif jelang pemunguman hasil Pemilu Serentak 2019. Pengumuman akan dilaksanakan Rabu, 22 Mei 2019.
 
"Beberapa hari lagi KPU secara resmi akan menyampaikan hasil penghitungan manual pemilu. Rekan-rekan yang memiliki jaringan, sampaikan kepada masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang sudah kondusif ini," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Rabu, 8 Mei 2019.
 
Gatot berharap perbedaan pilihan pemilu baik selama kampanye, masa tenang, dan di hari pencoblosan surat suara usai. Perbedaan pilihan tak perlu berlarut-larut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hilangkan sekat-sekat, mari bersatu kembali. Jaga perdamaian, jaga persatuan, jaga keberagaman kita. Terlebih sekarang Ramadan, bulan suci ini kita jadikan sebagai salah satu faktor pendingin," ungkapnya.
 
Baca juga:Jokowi dan Demokrat Semakin Menemukan Kecocokan
 
Gatot juga meminta anggotanya mengingatkan takmir masjid agar menyampaikan hal-hal yang bisa menjaga situasi aman. Gatot tak ingin takmir-takmir masjid justru menjadi provokator.
 
"Ingatkan agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang memprovokasi dan sebagainya. Kalau ini bisa kita pertahankan insyaallah situasi tetap kondusif sampai 22 Mei nanti dan seterusnya," jelas Gatot.
 
Ia mengingatkan pemilu merupakan kegiatan lima tahunan untuk memilih pemimpin bangsa. Jangan sampai memunculkan perbedaan-perbedaan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
 
Jika ada yang tidak puas dengan hasil pemilu, Gatot mengimbau untuk tidak bertindak sembarangan alih-alih menyerahkannya ke mekanisme hukum. Andai ada dugaan pelanggaran, tambah dia, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa melakukan penyelesaian.
 
"Kalau tidak puas dengan hasil KPU nanti, masih ada Mahkamah Konstitusi," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif