Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono. MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono. MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Polri Bentuk Tim Khusus Menindaklanjuti Temuan Komnas HAM

Nasional polri fpi Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 08 Januari 2021 22:20
Jakarta: Kapolri Jenderal Idham Azis membentuk tim khusus kasus penembakan enam pengikut Rizieq Shihab. Tim akan mengusut temuan Komnas HAM terkait dugaan pelanggaran HAM dalam kasus tersebut.
 
"Kapolri Jenderal Idham Azis merespons dengan menginstruksikan membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti temuan dari Komnas HAM," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Januari 2021.  
 
Argo memastikan tim khusus itu bakal bekerja secara profesional dan transparan. Pengusutan itu terkait dugaan pelanggaran HAM oleh petugas kepolisian saat menembak empat eks laskar khusus Front Pembela Islam (FPI).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentunya Tim Khusus ini akan bekerja maksimal, profesional dan terbuka dalam mengusut oknum anggota polisi terkait kasus itu," kata Argo.
 
Komnas HAM menyebut polisi telah melakukan pelanggaran HAM. Penembakan terhadap empat pengikut Rizieq di dalam mobil dinilai tidak tepat. Polisi harusnya melakukan upaya lain untuk menghindari bertambahnya korban jiwa dalam insiden itu.
 
Polisi menembak empat orang itu hingga tewas. Alasannya, karena melakukan perlawanan saat dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya.
 
"Mengindikasikan adanya tindakan unlawfull killing terhadap empat orang anggota laskar FPI," ujar Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam dalam konferensi pers di Jakarta.
 
Baca: Polri Pelajari Rekomendasi Komnas HAM Terkait Penembakan 6 Pengikut Rizieq
 
Komnas HAM meminta kasus itu dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana. Guna mendapatkan kebenaran materiel lebih lengkap dan menegakkan keadilan.
 
Komnas HAM juga ingin polisi mendalami dan melakukan penegakan hukum terhadap orang-orang yang terdapat dalam dua mobil dalam insiden itu. Yakni Avanza warna hitam berpelat B 1739 PWQ dan Avanza warna Silver berpelat B 1278 KJD.
 
Komnas HAM  meminta polisi mengusut lebih lanjut terkait kepemilikan senjata api oleh mantan laskar FPI. Polisi menemukan satu butir proyektil yang identik dengan senjata api gagang cokelat. Senjata api itu sempat disita kepolisian dari tangan pengikut Rizieq.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif