Sidang eksepsi terdakwa Tubagus Chaeri Wardana. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Sidang eksepsi terdakwa Tubagus Chaeri Wardana. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

KPK Disebut Tak Berwenang Usut TPPU Wawan

Nasional tubagus chaeri wardana
M Sholahadhin Azhar • 14 November 2019 19:56
Jakarta: Terdakwa tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana (Wawan), menyebut KPK tak punya wewenang melakukan penuntutan kasusnya. Wawan beralasan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK menyebut pimpinan KPK tak punya kewenangan di tingkat penuntutan.
 
"Dengan demikian, sebenarnya pimpinan KPK tidak dapat memberikan persetujuan atau memberikan perintah kepada penuntut umum menuntut satu perkara di hadapan pengadilan, seperti perkara terdakwa ini," kata tim kuasa hukum Wawan saat membacakan eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 14 November 2019.
 
Tim kuasa hukum menilai tuntutan mesti dikembalikan ke kejaksaan. Sebab, Kejaksaan memiliki wewenang penuntutan. KPK juga dituding sewenang-wenang pada penyitaan aset Wawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Utang terdakwa seperti kredit bank juga semakin bertambah, karena tindakan sewenang-wenang dari KPK dalam melakukan penyitaan," kata tim kuasa hukum.
 
Wawan mengeluh utangnya ke PT Bank CIMB Niaga membengkak menjadi Rp3,8 miliar. Pembengkakan lantaran Wawan menunggak kredit mobil Nissan seharga Rp900 juta yang disita KPK.
 
Kasus TPPU yang menjerat Wawan merupakan pengembangan dari kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar yang diduga menerima suap Rp1 miliar dari Wawan. Duit itu terkait sidang perkara gugatan Pilkada Lebak di MK pada 2013.
 
Pada perkara ini, KPK menelusuri aset kekayaan Wawan yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Uang haram ini bersumber dari proyek-proyek yang dikerjakan perusahaanya, PT Bali Pacific Pragama (BPP).
 
Adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah itu diduga telah mengerjakan sekitar 1.105 kontrak proyek dari Pemerintah Provinsi Banten dan beberapa kabupaten di Provinsi Banten. Nilai kontrak yang dikerjakan perusahaan Wawan sekitar Rp6 triliun dalam rentang waktu 2006-2013.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif