Konferensi pers KontraS. Foto: Medcom.id/Zaenal Arifin
Konferensi pers KontraS. Foto: Medcom.id/Zaenal Arifin

Impunitas Dianggap Menjadi Masalah Penyelesaian Kasus HAM

Nasional pelanggaran ham 100 Hari Jokowi-Maruf
Zaenal Arifin • 27 Januari 2020 21:28
Jakarta: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai impunitas menjadi masalah dalam penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Impunitas ini juga seolah dibiarkan pemerintah.
 
"Impunitas ini tidak pernah diselesaikan oleh pemerintah, pemerintah tidak bisa dan tidak mau," kata Kepala Divisi Advokasi Internasional KontraS Fatia Maulidiyanti di kantornya, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.
 
Fatia menuturkan tak adanya upaya pengusutan itu mengakibatkan lebih banyak pola impunitas yang dilakukan pada masa lalu dan tetap diberlakukan hingga sekarang. Salah satunya, melarang beberapa aktivitas masyarakat sipil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KontraS juga merespons pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang menyebut tidak ada pelanggaran HAM di masa Presiden Joko Widodo. KontraS juga menyoroti pernyataan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin soal tragedi Semanggi.
 
"Itu merupakan sebuah kesalahan besar dan itu sangat melukai sekali bagi para korban," ungkapnya.
 
Bagi Fatia, situasi itu menunjukkan negara tidak pernah berpihak kepada hak korban pelanggaran HAM. Padahal, suara penuntasan pelanggaran HAM masa lalu selalu didengungkan.
 
"Setiap tiga bulan sekali berdiri di depan Istana, setiap Kamis (Kamisan), tapi masih makin jauh juga dari penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu," ujarnya.
 
Catatan KontraS, masih ada sejumlah kasus pelanggaran HAM masa lalu yang hingga kini belum diselesaikan. Misalnya, pembunuhan massal dan penghilangan orang medio 1965-1966, kasus Tanjung Priok 1984, Aceh sejak 1976, penembakan misterius rentang waktu 1982-1985, Talangsari 1989, dan penghilangan aktivis dalam rentang 1996-1998.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif