Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

ABK Starindo Jaya Tewas di Tengah Samudra Hindia

Nasional penemuan mayat ABK WNI Mayat ABK di Freezer
Yurike Budiman • 19 September 2020 07:59
Jakarta: Polisi menyebut nakhoda kapal ikan KM Starindo Jaya Maju IV memutuskan kembali ke Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, setelah mengetahui lima krunya tewas. Kapal itu berlayar di Samudra Hindia selama dua bulan.
 
"Menurut nakhoda, (saat kejadian) dekat negara Sri Lanka. Karena ada ABK (anak buah kapal) yang meninggal kemudian ada niat untuk kembali ke Muara Baru tempat pelabuhan asal keberangkatan," kata Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Kepulauan Seribu, Inspektur Satu (Iptu) Bambang Agus, di Polres Kepulauan Seribu, Jumat, 18 September 2020.
 
Saat perjalanan pulang, kapal ikan itu berpapasan dengan kapal patroli yang menjalankan operasi yustisi di Kepulauan Seribu. Polisi pun mengecek kapal sembari menyosialisasikan protokol kesehatan. Petugas mengecek dokumen yang dibawa awak kapal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi di manifes kan ada 43 ABK. Saat kita hitung kok kurang, lainnya ke mana. Di situ baru diketahui meninggal," jelas Bambang.
 
Petugas mendapati ada lima jasad ABK di dalam kapal. Nakhoda kapal menyebut lima ABK itu sudah disimpan di ruang pendingin selama 12 hari, tetapi kematian mereka belum dilaporkan kepada pihak berwenang.
 
Baca: Kronologi Penemuan 5 Mayat ABK di Kapal Starindo Jaya
 
"Mereka bilang kelima temannya meninggal karena miras (minuman keras) oplosan," kata Bambang.
 
Penyidik belum menetapkan tersangka atas kasus kematian kelima ABK ini. Sementara itu, sudah ada enam orang yang diperiksa sebagai saksi. Polisi masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, tempat kelima ABK diautopsi.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif