Plt juru bicara KPK Ali Fikri/Medcom.id/Candra.
Plt juru bicara KPK Ali Fikri/Medcom.id/Candra.

Kasus Suap Gerai di Ambon, Bos Alfamidi Dipanggil KPK

Candra Yuri Nuralam • 05 Juli 2022 11:01
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil GM Legal and Compliance PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi) Tbk Afid Hemeily hari ini, 5 Juli 2022. Dia bakal dimintai keterangan terkait dugaan suap dan pencucian uang dalam pembangunan gerai Alfamidi di Ambon pada 2020 yang menyeret Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy.
 
"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 5 Juli 2022.
 
Ali berharap Afid hadir untuk memberikan keterangannya guna mendalami perkara ini. Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy ditetapkan tersangka kasus dugaan suap terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail di Ambon pada 2020. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi.
 

Baca: KPK Selisik Dugaan Pencucian Uang Walkot Nonaktif Ambon


Sebanyak dua pihak lain ditetapkan sebagai tersangka yakni, Staf Tata Usaha Pimpinan pada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Andrew Erin Hehanussa (AEH). Kemudian, karyawan Alfamidi Kota Ambon, Amri (AR).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Richard diduga mematok Rp25 juta kepada Amri untuk menyetujui dan menerbitkan dokumen izin ritel. Dokumen itu berupa Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
 
Selain itu, Amri mengguyur Richard Rp500 juta. Fulus itu untuk penerbitan persetujuan prinsip pembangunan untuk 20 gerai usaha retail. Uang diberikan bertahap melalui Andrew.
 
KPK mengembangkan kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy. Dia kini menjadi tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif