Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Ungkap Dugaan Korupsi di Kemhan, Kejagung Periksa 11 Saksi

Nasional mahfud md Kejaksaan Agung Kementerian Pertahanan Kasus Kontrak Satelit di Kemenhan
MetroTV • 17 Januari 2022 12:02
Jakarta: Tim penyelidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kejaksaan Agung, memeriksa 11 saksi terkait dugaan pelanggaran hukum dalam pengadaan satelit komunikasi di Kementerian Pertahanan (Kemhan). Kasus ini mulai tercium pada 2015 hingga 2016.
 
"Kita telah menyelidiki kasus ini selama satu minggu,” kata Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah, dalam program Metro Siang di Metro TV, Minggu, 16 Januari 2022.
 
Saksi tersebut, lanjut Febrie, berasal dari pihak swasta dan internal Kemhan. Selain memeriksa saksi, Kejagung juga berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari hasil penyelidikan, ditemukan adanya perbuatan melawan hukum. Di antaranya adalah proyek dijalankan tanpa perencanaan yang matang, kontrak dilakukan tanpa dana yang tersedia, serta penyewaan mobile satellite services dan drone segment yang seharusnya tidak dilakukan. 
 
"Alat-alat yang disewa pun nyatanya tidak dapat berfungsi," kata Febrie.
 
Tak hanya itu, Jampidsus juga mendapati kerugian negara sebesar Rp500 miliar dan US$20 juta. Dalam penyelidikan lebih lanjut, Febrie memastikan pihaknya akan beekrja sama dengan Jaksa Agung Muda Pidana Militer jika ditemukan keterlibatan TNI.
 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menduga terjadi penyalahgunaan sejumlah kontrak satelit untuk slot orbit 123 Bujur Timur di Kemhan.
 
Baca: Menhan dan Panglima TNI Disebut Kooperatif Usut Proyek Satelit Kemenhan
 
Sejak 2015 hingga 2016, Kemhan membuat kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan, seperti Avanti Communication Ltd., Navayo, Airbus, Detente, Hogan Lovells, dan Telesat. Hingga saat ini, sudah ada dua perusahaan yang menggugat Kemhan melalui pengadilan arbitrase internasional.
 
“Kemhan juga berpotensi ditagih pembayaran oleh Airbus, Detente, Hogan Lovells, dan Telesat. Sehingga, negara bisa mengalami kerugian yang lebih besar lagi," kata Mahfud dalam tayangan program Crosscheck Medcom.id, Minggu, 16 Januari 2022. (Nurisma Rahmatika)
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif