Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Penerapan Pasal Pencucian Uang di Kasus Korupsi Tak Maksimal Selama 2021

Candra Yuri Nuralam • 23 Mei 2022 06:31
Jakarta: Penegak hukum di Indonesia dinilai kurang memaksimalkan pasal pencucian uang selama menangani perkara korupsi. Tercatat hanya ada 12 kasus dugaan pencucian uang yang disidangkan di pengadilan sepanjang 2021.
 
"Rohadi (mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara) hanya satu diantara 12 orang yang didakwa pencucian uang sepanjang tahun 2021," kata peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana di Jakarta, Senin, 23 Mei 2022.
 
ICW mengaku tidak puas dengan total penanganan dugaan pencucian uang dari perkara korupsi pada tahun lalu. Penegakan hukum terhadap koruptor dinilai tak memberi efek jera.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini menandakan, baik kejaksaan maupun KPK, belum memiliki perspektif pemberian efek jera melalui instrumen pencucian uang," ujar Kurnia.
 
Baca: ICW Desak Adanya Aturan Perampasan Aset Tak Terkait Korupsi
 
KPK menjadi pihak yang mendapatkan kekecewaan lebih banyak dari ICW. Pasalnya, kasus pencucian uang dari perkara korupsi lebih banyak digunakan Kejaksaan Agung (Kejagung).
 
"Kritik tajam tepat ditujukan kepada KPK sebagai lembaga yang digadang menjadi trigger mechanism pemberantasan korupsi," kata Kurnia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif