Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari (kiri). Foto: Muhammad Syahrul Ramadhan/Medcom.id
Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari (kiri). Foto: Muhammad Syahrul Ramadhan/Medcom.id

KY Buka Penerimaan Calon Hakim Agung dan Calon Hakim Ad Hoc

Nasional seleksi hakim agung
Muhammad Syahrul Ramadhan • 28 Mei 2019 13:16
Jakarta: Komisi Yudisial (KY) membuka penerimaan calon hakim agung dan calon hakim ad hoc untuk Mahkamah Agung (MA). Ada 11 hakim agung dan sembilan hakim ad hoc yang dibutuhkan MA.
 
"Hari ini akan membuka undangan, dalam bentuk pengumuman kepada publik untuk seleksi calon hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung," Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari dalam konferensi pers di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Mei 2019.
 
Formasi untuk hakim agung itu meliputi empat orang untuk kamar perdata. Mereka diproyeksikan untuk menggantikan hakim Suwardi, hakim Abdurrahman, hakim Soltoni Mohdally dan Hakim Mahdi Soroinda Nasution.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tiga orang untuk kamar pidana menggantikan hakim Artidjo Alkostar, hakim Wahidin dan hakim Sumardijamto. Dua orang untuk kamar militer menggantikan hakim Timur P. Manurung dan hakim Gayus Lambuun.
 
Kemudian, satu orang untuk kamar agama menggantikan hakim Muchtar Zamzani dan untuk kamar Tata Usaha Negara dengan keahlian khusus pajak.
 
Sementara itu, sembilan calon hakim ad hoc dibutuhkan untuk posisi tiga hakim ad hoc tindak pidana korupsi dan enam hakim ad hoc hubungan industrial pada MA.
 
MA juga membuka ruang bagi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan Serikat Pekrja atau Serikat Buruh untuk masing-masing menyerahkan tiga nama untuk menjadi calon hakim ad hoc hubungan industrial. Dia berharap ruang itu dimanfaatkan dengan baik.
 
Di sisi lain, dia menjelaskan lowongan hakim agung dan hakim ad hoc ini bisa diikuti oleh siapa pun. Menurut Undang-Undang pengusulan hakim agung dan hakim ad hoc di MA juga bisa dilakukan oleh masyarakat, pemerintah maupun Mahkamah Agung.
 
"Ini undangan terbuka kepada siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendaftar," ujarnya.
 
Ia mengatakan seleksi ini akan dilaksanakan secara serentak. Seleksi ini meliputi administrasi, kualitas, kesehatan, kepribadian, serta wawancara terbuka. Pada proses terakhir, KY mengsulkan pengangkatan hakim agung dan hakim ad hoc kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan.
 
Adapun persyaratan bisa diunduh melalui website KY di www.komisiyudisial.go.id. Sementara itu, pendaftaran seleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc tipikor dan hubungan industrial dilakukan secara online melalui www.rekrutmen.komisiyudisial.go.id
 
Proses pengajuan usulan akan dibuka selama 15 hari, mulai dari 28 Mei-25 Juni 2019.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif