Terdakwa perantara dan penyuap dua Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan M Ramadhan (kiri) menjalani sidang pembacaan putusan (vonis) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 11 Juli 2019. Foto: Antara/ Dhemas Reviyanto
Terdakwa perantara dan penyuap dua Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan M Ramadhan (kiri) menjalani sidang pembacaan putusan (vonis) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 11 Juli 2019. Foto: Antara/ Dhemas Reviyanto

Panitera Perantara Suap Hakim PN Jaksel Divonis 4,5 Tahun

Nasional Kasus suap hakim
Faisal Abdalla • 12 Juli 2019 01:59
Jakarta: Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Muhammad Ramadhan divonis 4 tahun 6 bulan penjara. Dia terbukti bersalah menjadi perantara suap untuk dua hakim PN Jaksel, Iswahyu Widodo dan Irwan.
 
"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Mejalis Hakim Bambang Hermanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta seperti dikutip dari Antara, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Selain diganjar 4,5 tahun bui, Ramadhan juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta. Jika kewajiban itu tak dipenuhi diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hakim menilai perbuatan Ramadhan tak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi. Praktik rasuah Ramadhan juga dinilai telah mencoreng wibawa lembaga peradilan.
 
Baca Juga:Penyuap Hakim PN Jaksel Divonis 3,5 Tahun Penjara
 
Namun demikian, vonis ini tetap lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa sebelumnya meminta Ramadhan diganjar enam tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider empat bulan kurungan.
 
Selain Ramadan, dalam kasus ini, pengadilan juga telah memvonis dua hakim PN Jaksel selaku penerima suap dengan pidana yang sama. Sementara pemberi suap dalam kasus ini, yaitu irektur PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Martin P Silitonga. dan advokat Arif Fitrawan masing-masing diganjar 3,5 tahun penjara dan 3 tahun 10 bulan penjara.
 
Suap ini berkaitan dengan perkara perdata yang sedang diurus Martin dan Arif di Pengadilan Negeri Jaksel dengan Nomor 262/Pdt.G/2018 PN JAKSEL.Perkara tersebut merupakan gugatan pembatalan perjanjian akuisisi antara CV Citra Lampia Mandiri (CLM) dan PT. Asia Pacific Mining Resources. Dalam gugatan itu, Hakim Iswahyu bertindak selaku ketua majelis hakim dan Irwan selaku hakim anggota.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif