Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Foto: MI/Bary Fathahillah
Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Foto: MI/Bary Fathahillah

Jokdri Berpotensi Kembali Terjerat Kasus Pengaturan Skor

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Kautsar Widya Prabowo • 10 Agustus 2019 10:07
Jakarta: Terdakwa perusakan bukti kasus pengaturan skor Joko Driyono berpotensi kembali terjerat dalam kasus pengaturan skor. Saat ini, Satgas Antimafia Sepak Bola jilid II masih terus mengusut dugaan pengaturan skor lainnya.
 
Kabagpenum Mabes Polri Kombes Asep Adi mengatakan, satgas tidak menutup kemungkinan adanya potensi pelanggaran yang kembali ditemukan terhadap mantan Plt Ketua Umum PSSI itu. Saat ini, satgas tengah mendalami soal dugaan pengaturan skor yang terjadi.
 
"Pendalaman-pendalaman terhadap praktik-praktik ini (pengaturan skor) masih terus kita lakukan penyelidikan, bisa saja itu terjadi (Djoko Suryono). Saat ini yang sudah ditetapkan yang bersangkutan salah kerena itu (perusakan barang bukti)," ujar Asep di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut pembentukan Satgas Antimafia Sepak Bola jilid II lantaran antusias masyarakat atas persepakbolaan Indonesia. Pertandingan sepak bola diharapkan tak lagi dinodai dengan sogok menyogok.
 
Satgas kembali dibentuk juga karena masih ada penyidikan dari laporan polisi yang belum selesai. Dua berkas perkara tersangka kasus pengaturan skor sepak bola, yakni Exco PSSI Hidayat dan pemilik klub Mojoekerto Putra Vigit Waluyo belum rampung.
 
"Kasus tersangka Vigit Waluyo dan satu tersangka lagi," ujar Argo.
 
Baca: Joko Driyono Divonis 1,5 Tahun Penjara
 
Mantan Plt Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono (Jokdri) sebelumnya dihukum 1,5 tahun penjara. Jokdri terbukti merusak barang bukti kasus pengaturan skor.
 
Vonis lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum. Jaksa menuntut Jokdri dihukum 2,5 tahun penjara. Jokdri terbukti melanggar Pasal 235 jo 233 jo 55 ayat (1) ke-1 dalam dakwaan alternatif kedua subsider.
 
(DMR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif