NEWSTICKER
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly (kanan). Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly (kanan). Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Yasonna Tak Bisa Terbitkan Surat Pencekalan Harun Masiku

Nasional pdip OTT KPK
Nur Azizah • 17 Januari 2020 02:00
Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yassona Laoly tak bisa menerbitkan surat pencekalan untuk Harun Masiku. Pasalnya, Harun saat ini diduga sudah melarikan diri ke Singapura.
 
"Tidak ada (surat pencekalan). Pencekalan itu kan kalau dia belum keluar, dia kan sudah keluar sebelum ada permintaan itu. Untuk apa dikirim surat pencekalan orangnya masih di luar," kata Yassona di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Harun terdeteksi berada di Singapura. Yassona menyerahkan status buron Harun kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tunggu dia datang saja. Kita tunggu. Serahkan kepada KPK untuk mengejarnya," ujar politikus PDIP itu.
 
Lembaga Antirasuah bekerja sama dengan interpol untuk memulangkan Harun. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron optimistis Interpol mampu menangkap Harun seperti kasus yang sudah-sudah.
 
"Saya kira untuk penjahat koruptor tidak sulit ditemukan," kata Ghufron beberapa waktu lalu.
 
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap untuk mengupayakan PAW calon anggota legislatif (caleg) PDIP Harun Masiku di DPR.
 
KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
Lembaga Antirasuah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Wahyu dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Seluruh tersangka sudah mendekam di tahanan KPK, kecuali Harun.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif