Ilustrasi--MI/Susanto
Ilustrasi--MI/Susanto

Polisi Parlemen Diyakini akan Menjaga Wibawa Anggota Dewan

K. Yudha Wirakusuma • 14 April 2015 11:37
medcom.id, Jakarta: Kehadiran polisi parlemen di Gedung Parlemen dinilai mampu menjaga kewibawaan wakil rakyat. Sebab Gedung Parlemen kerap dijadikan arena wakil rakyat untuk adu urat saraf hingga adu otot.  
 
"Kalau soal pengamanan, saya setuju saja. Senayan sering dijadikan tempat keributan oleh anggota sendiri, dan akhirnya berdampak pada kewibawaan," kata sesepuh Polri Komjen (Purn) Nugroho Djajusman saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (14/4/2015).
 
Nugroho berharap Pengamanan Dalam (Pamdal) yang sebelumnya berada di DPR tidak dihilangkan perannya. Ada baiknya Pamdal tetap melakukan koordinasi dengan polisi parlemen.
 
"Soal siapa polisi yang akan menjabat saya tidak ikut campur. Yang terpenting dapat menciptakan rasa aman buat wakil rakyat. Jangan sampai DPR jadi tempat rebutan lahan. DPR harus betul-betul elegan. Kita boleh bekas preman, tetapi kalau sudah jadi anggota parlemen jangan jadi preman," bebernya.

Parlemen beserta isinya itu merupakan tempat vital yang harus diamankan. Cara pengamanan juga harus berbeda, harus ditempati dan diamankan selama 24 jam. "Jadi memang harus dijaga secara khusus," kata Nugroho.
 
DPR berencana memperbaiki mekanisme penjagaan di Kompleks Parlemen. Kepala Badan Urusan Rumah Tangga DPR Roem Kono mengusulkan adanya polisi parlemen.
 
Roem mengatakan mekanisme penjagaan DPR perlu ditingkatkan. Tidak hanya dari Pamdal atau sebagian polisi yang tergabung dalam Direktorat Pengamanan Obyek Vital. Dia menilai kedua kelompok pengamanan itu tidak efektif.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>