Sutan Bhatoegana. Foto: Yudhi Mahatma/Antara
Sutan Bhatoegana. Foto: Yudhi Mahatma/Antara

Sutan Ngaku Diomeli Pejabat Usai Buka-bukaan di KPK

Renatha Swasty • 10 Juni 2015 18:17
medcom.id, Jakarta: Mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana mengaku kena omel pejabat gara-gara mengungkap sejumlah nama terlibat korupsi saat diperiksa KPK. Pengakuan itu dia paparkan kepada sahabatnya, Saleh Abdul Malik.
 
"Karena saya punya pengalaman berperkara di KPK. Lalu, saya minta Sutan buka semuanya, jangan pernah bohong, Anda harus buka. Lalu Sutan bilang, saya diBAP sebagai saksi kemudian malamnya saya dimaki-maki, gara-gara ente (Saleh) saya dimarahi pejabat," ujar Saleh saat bersaksi untuk Sutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/6/2015).
 
"Saya baru diBAP sore, malamnya BAP sudah ada di satu tempat lain. Gara-gara ente suruh buka bukaan ABCD, dimaki maki sama dia (pejabat)," kata Saleh melanjutkan ceritanya.

Kuasa hukum Sutan, Budi Nugroho, mencoba mengulik nama pejabat yang dimaksud Saleh. Sayangnya, Saleh tak mau mengungkap.
 
Saleh mengatakan, usai Sutan jadi tersangka, ia kemudian diperiksa. Dalam pemeriksaan itu ia sudah menyampaikan pejabat yang dimaksud. Ia pun meminta sebaiknya dilihat saja diBAP dirinya.
 
Meski dicecar, Saleh tetap tak mau membocorkan orang yang dimaksud.
 
"Terdakwa ini menjadi salah satu korban dari pejabat, apakah yang dari korban itu anak pejabat atau ada proyek di SKK Migas tidak terpenuhi?" tanya Budi.
 
"Saya tidak berani komentar nanti di politik dia rame. Siapa namanya, ada," jawab Saleh.
 
"Yang menarik pak Sutan dimarahi mungkin bisa disebutkan siapa?" tanya Budi penasaran.
 
"Yang jelas ada di BAP, nanti ini banyak wartawan. Saya takut di Sutankan juga. Di BAP ada," kata Saleh
 
"Mungkin inisial," tanya Budi lagi.
 
"Enggak mau," jelas Saleh.
 
Dalam sidang sebelumnya, nama anak Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Edi Baskoro Yudhoyono alias Ibas, kerap disebut. Sutan mengaku kala itu ia diminta seseorang bernama Denny Karmaina mengatasnamakan Ibas meminta bertemu di Bimasena, Jakarta Selatan.
 
Dalam pertemuan itu, Denny dan temannya Eka Putra meminta supaya PT Timas tak dimenangkan dalam proyek di SKK Migas. Namun. Sutan tak mau.
 
Dalam sidang juga Sutan meminta supaya keterkaitan Ibas dibuka.
 
"Ibu majelis, kesaksian di BAP Pak Rudi, saya sampaikan semua. Tolong dibukakan, kesaksian BAP saya. Di sana dijanjikan oleh Pak Budi Agung Nugroho sebagai penyidik, 'Pak Sutan, saya salut sama Bapak. Tiga atau lima yang saya tanyakan, hampir lima puluh bapak jawab semua'. Termasuk pertemuan Bimasena, termasuk di Ayam Goreng Kalasan, Raflesia, di mana Pak Rudi ditunggu saudara Ibas bersama saya," ujar Sutan di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis 4 Juni.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>