Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Demo Tolak Daerah Otonomi Baru di Jayapura akan Dibubarkan

Siti Yona Hukmana • 01 April 2022 09:13
Jakarta: Polisi tidak memberi izin pelaksanaan demontrasi penolakan daerah otonomi baru (DOB) di wilayah Jayapura, Papua hari ini Jumat, 1 April 2022. Unjuk rasa itu dipastikan akan dibubarkan.
 
"Saya ingatkan aksi (hari ini) ketika ada kelompok yang muncul kami langsung ambil tindakan tegas dengan membubarkan," kata Kapolres Jayapura Kombes Gustav R Urbinas saat dikonfirmasi, Jumat, 1 April 2022.
 
Gustav mengatakan ada 1.000 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan mengamankan demo itu. Ribuan personel itu akan melakukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang memicu kericuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Daerah Otonomi Baru Papua untuk Mengokohkan NKRI
 
Gustav menekankan kepolisian tak pernah menutup ruang bagi demokrasi dan penyampaian aspirasi. Sebab, unjuk rasa dijamin perundang-undangan.
 
Namun, kata dia, polisi tak pernah mengeluarkan izin bagi warga yang ingin melakukan aksi penolakan DOB di Jayapura. Dia menegaskan penyelenggaraan aksi itu tak memenuhi syarat formal.
 
"Secara formal sudah tidak memenuhi syarat, massa tidak ada penanggung jawab termasuk identitasnya, bahkan menyuruh orang lain untuk mengantarkan surat permohonan izin aksinya, padahal sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 1998," jelas dia.
 
Dia menegaskan aksi itu ditolak dan tidak boleh dilaksanakan. Polisi, kata dia, bakal membubarkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) jika massa yang datang tak mengindahkan ultimatum polisi.
 
"Kami bubarkan paksa menggunakan water canon dan gas air mata serta apabila ada potensi perbuatan tindak pidana kita akan melakukan penangkapan," ujar dia.
 
Sebelumnya, sejumlah aksi unjuk rasa penolakan daerah otonomi baru sempat digaungkan di beberapa wilayah Papua. Beberapa diantaranya berakhir ricuh.
 
Teranyar, aksi penolakan itu terjadi di wilayah Nabire, Papua pada Kamis, 31 Maret 2022. Polisi menyebut ada dua orang warga diamuk massa aksi.
 
Korban berinisial, U, 40, dan PIS, 32. Korban mengalami luka pada bagian kepala belakang, mulut dan hidung. Massa juga mengambil paksa telepon seluler korban.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif