Eks Hamin MAU
Eks Hamin MAU

Mantan Hakim MA: Hukum Harus Yuridis dan Logis

MetroTV • 17 Maret 2022 01:40
Jakarta: Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi akibat menerima suap ekspor benih lobster pada 2020 silam.
 
Awalnya Edhy dituntut 9 tahun kurungan penjara, namun hakim Mahkamah Agung (MA) mengorting hukuman tersebut menjadi 5 tahun. Alasan dari pemangkasan masa hukuman yakni kinerja Edhy selama menjadi Menteri cukup baik.
 
Hakim Agung Kamar Pidana Umum dan Militer Periode 2011-2018 Gayus Lumbuun mengatakan, hakim dapat mengurangi atau menambah masa hukuman terdakwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Baik mengurangi maupun menambah haruslah mendasarkan pertimbangan yang rasional atau logis dan yuridis," ujar Gayus dalam tayangan Hot Room di Metro TV, Rabu, 16 Maret 2022.
 
Sebagai mantan hakim di Mahkamah Agung, Gayus menilai putusan hakim terkait Edhy Prabowo tidak memenuhi dua kriteria tersebut. "Kinerja baik dan bermanfaat bagi masyarakat itu kewajiban, tidak usah ada reward," kata Gayus.
 
Menurut Gayus, secara yuridis Edhy tidak terkait dengan hal yang meringankan. Hal ini dikarenakan Edhy tidak pernah menjadi whistleblower (saksi pelapor) dan justice collaborator (melaporkan siapa saja yang terlibat) dalam pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Gayus menambahkan jika Edhy melakukan salah satu dari kedua peran tersebut, akan meringankan hukumannya secara yuridis. (Hana Nushratu)
 
 
 
(MBM)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif