Berkas tuntutan Fuad Amin Imron. Foto: Renatha Swasty/MTVN
Berkas tuntutan Fuad Amin Imron. Foto: Renatha Swasty/MTVN

Rekor! Tuntutan Fuad Amin Setebal 6.374 Halaman

Nasional fuad amin imron
Renatha Swasty • 28 September 2015 19:26
medcom.id, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi menciptakan rekor dalam menyusun berkas tuntutan untuk terdakwa. Para jaksa KPK menyelesaikan berkas tuntutan terdakwa kasus dugaan suap dan pencucian uang, Fuad Amin Imron setebal 6.374 halaman atau setinggi 82 sentimeter.
 
"Kami mohon izin tidak membacakan seluruh dakwaan karena jumlahnya cukup banyak sejumlah 6.374 halaman," kata Jaksa Penutut Umum pada KPK Pulung Rinandoro dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2015).
 
Menanggapi permintaan Jaksa, kuasa hukum Fuad hanya bisa pasrah. "Luar biasa yang mulia, ya kami ikut saja," kata Firman Wijaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ditemui di sela sidang, Pulung mengungkapkan tuntutan Fuad Amin memecahkan rekor tebal tuntutan yang sebelumnya dipegang bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar."Akil cuma 4.000 an," kata dia.
 
Tercatat, berkas tuntutan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan mantan Kakorlantas Polri Djoko Susilo juga tebal, tetapi hanya berkisar diangka 2.000-an halaman.
 
Ditanya soal banyaknya berkas tuntutan itu, Pulung menjelaskan hal ini terjadi lantaran saksi pada kasus Fuad mencapai 300. "Karena saksinya (yang hadir) 246," pungkas dia.
 
Fuad Amin Imron didakwa karena diduga terlibat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) serta diduga terlibat kasus korupsi minyak dan gas saat masih menjawab sebagai Bupati Bangkalan.
 
Jaksa penuntut umum mendakwa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan nonaktif, Fuad Amin Imron, mencuci uang sebesar Rp229,45 miliar. Fuad dinilai berbuat jahat dengan menempatkan, mentransfer, membawa ke luar negeri, atau menyembunyikan hartanya.
 
Menurut jaksa, politikus Gerindra itu menempatkan duitnya di penyedia jasa keuangan dengan saldo akhir Rp139,73 miliar dan USD326,091 (sekitar Rp4,23 miliar). Dia juga membayar asuransi sejumlah Rp4,23 miliar. Fuad menggunakan duitnya untuk pembelian kendaraan bermotor sejumlah Rp7,177 miliar, tanah, dan bangunan sejumlah Rp94,9 miliar.
 
Akibat perbuatannya, KPK menjerat dengan Pasal 3 UU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. Ancaman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar.
 
Fuad juga didakwa menerima suap Rp18,5 miliar. Hal itu diduga terjadi sejak dia menjabat sebagai bupati Bangkalan periode 2003-2008 dan 2008-2013.
 
Duit besel itu diterima dari Direktur Human Resource Development PT Media Karya Sentosa (MKS) Antonius Bambang Djatmiko, bersama-sama dengan Presiden Direktur PT MKS Sardjono, Managing Director PT MKS Sunaryo Suhadi, Direktur Teknik PT MKS Achmad Harijanto, dan Pribadi Wardojo.
 
Pemberian itu karena Fuad telah mengarahkan tercapainya perjanjian konsorsium dan perjanjian kerja sama antara PT MKS dan PD Sumber Daya. Fuad juga memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Kodeco Energy Co Ltd, terkait dengan permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.
 
Dalam dakwaan ini, Fuad Amin dinilai melanggar Pasal 12 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana, juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. Ancaman hukuman maksimal untuk politikus Gerindra itu 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
 
(KRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif