Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Boleh Memodifikasi Kendaraan Asal Lapor

Nasional tertib lalu lintas keselamatan berkendara
Siti Yona Hukmana • 21 Maret 2019 14:00
Jakarta: Pengguna kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang memodifikasi kendaraannya bisa terkena pidana. Namun, aturan itu tidak berlaku jika pengguna kendaraan telah melakukan uji tipe dan melapor ke polisi.
 
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir mengatakan, setiap kendaraan yang dimodifikasi akan berubah dari kendaraan sebelumnya. Seperti ada perubahan bentuk, perubahan mesin penggerak dan perubahan karoseri.
 
"Modifikasi itu diperbolehkan jika setelah dimodif melakukan uji tipe dan dilaporkan kepada polri," ujar Nasir saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nasir menambahkan, semua modifikasi yang dilakukan oleh pengguna kendaraan akan diperbolehkan. Seperti modifikasi kebisingan suara, klakson, dan emisi gas buang.
 
"Asal lulus uji laik jalan," tukas Nasir.
 
Baca juga: Polisi Gandeng Komunitas Ibu Kampanyekan Keselamatan Berkendara
 
Jika tidak lulus uji laik jalan, maka pengguna bisa terancam pidana. Itu diatur dalam Pasal 285 ayat (1) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya.
 
Pasal itu berbunyi, setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban akan dikenakan pidana. Disangkakan Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3).
 
"Ancamannya, pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu," pungkas Nasir.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif