Ketua DPRD Kebumen Ikut jadi Tersangka
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPRD Kebumen Cipto Waluyo (CW) sebagai tersangka. Ia diduga ikut menerima suap terkait pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBNP 2016.

"CW diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan pengesahan atau pembahasan APBD Kabupaten Kebumen," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Oktober 2018. 

Ia mengungkapkan Cipto diduga menerima suap  Rp50 juta dari Bupati Kebumen nonaktif Muhamad Yahya Fuad yang diduga sebagai uang 'ketok palu' pembahasan dan pengesahan APBD Kebumen tahun anggaran 2015-2016.


Menurut Basaria, Cipto diduga mengancam akan mempersulit pembahasan APBD jika tak ada duit pelicin. Pemkab Kebumen pun menyetujui permintaan politikus PDI Perjuangan itu. "Akan memberikan uang aspirasi."

Baca: Taufik Kurniawan Tersangka

Atas perbuatannya, Cipto Waluyo disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Selain Cipto, KPK juga telah menetapkan Bupati Kebumen Yahya Fuad dan Wakil Ketua DPR dari PAN Taufiq Kurniawan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.





(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id