Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI

Korupsi Rachmat Yasin Dikorek Lewat SKPD Kabupaten Bogor

Nasional kasus korupsi rachmat yasin
Fachri Audhia Hafiez • 13 Oktober 2020 12:04
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan lima pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penyidik kasus dugaan pemotongan uang dan gratifikasi yang menjerat Bupati Bogor periode 2008-2014, Rachmat Yasin (RY).
 
"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RY," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Saksi yang diperiksa ialah Sekretaris Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah (DPKBD) Setyanto Susanto, Sekretaris Satpol PP Aris Mulyanto, dan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kabupaten Bogor Yuyuk Rusmayati. Kemudian Kepala Bidang Terminal dan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Dudi Rukmayadi dan mantan Sekretaris DPKBD Ade Jaya Munadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seluruh saksi akan menyampaikan keterangan ke penyidik guna mempertajam berkas penyidikan Rachmat. Sejumlah saksi dari unsur pejabat Kabupaten Bogor juga beberapa kali jadi fokus penyidikan KPK.
 
Baca: 6 Saksi Lagi Dipanggil KPK Gali Praktik Korup Rachmat Yasin
 
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin diminta menjelaskan soal tanah hibah yang diduga diberikan untuk Rachmat. Namun, KPK belum membeberkan jelas lokasi tanah hibah yang dimaksud.
 
Rachmat Yasin ditetapkan sebagai tersangka pada 25 Juni 2019. Dia diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa SKPD Rp8,9 miliar.
 
Fulus tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional bupati serta kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif pada 2013-2014. Dalam kasus gratifikasi, Rachmat diduga menerima tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor, dan mobil Toyota Vellfire seharga Rp825 juta.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif