Gedung Kejaksaan Agung. ANT/Aditya Pradana
Gedung Kejaksaan Agung. ANT/Aditya Pradana

MAKI Duga Ada Pembakar Bayaran Gedung Kejagung

Nasional kebakaran gedung kejaksaan agung Djoko Tjandra
Zaenal Arifin • 25 Oktober 2020 16:32
Jakarta: Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menduga gedung Kejaksaan Agung sengaja dibakar. Boyamin menilai kebakaran gedung tak lepas dari penyidikan Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) terkait kasus Djoko Soegiarto Tjandra.
 
"Kalau dalam film itu kan ada pembunuh bayaran, bisa aja (kebakaran gedung Kejagung RI) juga ada pembakar bayaran," kata Boyamin di Jakarta, Minggu, 25 Oktober 2020.
 
Kecurigaan itu muncul lantaran kebakaran gedung mengakibatkan CCTV terbakar maupun hilang. Dia menyebut kebakaran bisa saja dibuat untuk menghilangkan CCTV.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau rangkaian ini adalah permohonan fatwa terhadap rencana membebaskan Djoko Tjandra yang diduga dilakukan oleh oknum Jaksa PSM yang sekarang sedang disidangkan, itu kan setidaknya kegiatan orang-orang tersebut jadi tidak terpantau," kata Boyamin.
 
Dia menyebut tidak ada barang bukti lebih konkret dari CCTV untuk membongkar kasus Pinangki. Pasalnya CCTV itu bisa menjelaskan gamblang pertemuan PSM dengan sejumlah pihak.
 
"Kan ini yang perlu, pada posisi sesuatu menghambat proses penyidikan, karena peristiwa tersebut terputus dan terpotong, dan sehingga tidak bisa dirangkai dalam suatu benang merah," lanjut Boyamin.
 
Sebanyak 8 tersangka bertanggung jawab dalam kebakaran Gedung Utama Kejagung. Mereka ialah Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung, NH; Direktur PT ARM, R; lima tukang, T, H, S, K, IS; dan mandor, UAN.
 
Polisi menyimpulkan penyebab kebakaran gedung Kejagung karena faktor kelalaian lima tukang yang merokok di tempat bekerja, yakni lantai 6 Ruang Biro Kepegawaian Kejagung. Lokasi itu merupakan titik awal api.
 
Api menjalar dengan cepat karena minyak pembersih yang tersimpan di lantai tersebut mengandung bahan mudah terbakar. Minyak itu disediakan NH yang dipasok dari R.
 
Seluruh tersangka dijerat Pasal 188 KUHP tentang kelalain yang menyebabkan kebakaran juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif