Rita Diduga Beli Rumah dari Uang Suap Abun
Bupati nonaktif Kukar Rita Widyasari/MI/Susanto
Jakarta: Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari sempat membeli sebuah rumah di Radio Dalam, Jakarta Selatan, seharga Rp6 miliar. Uang pembelian rumah diduga hasil suap dari Dirut PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun.

Rita membeli rumah tersebut melalui keponakannya, Noval El Farveisa. Politikus Partai Golkar itu mentransfer uang pembelian rumah kepada Noval.

"Saya tahunya ada uang masuk. Saya ditelepon kakak saya," ungkap Noval saat menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Mei 2018.


Baca: Rita Mengoleksi Berlian

Noval mengaku tak mengetahui sumber uang yang ditransfer ke rekeningnya. Jaksa meminta Noval kembali mengingat transaksi tersebut.

Pada persidangan, jaksa menampilkan barang bukti berupa rekening koran Bank BCA milik Noval. Dalam rekening koran tercatat Noval menerima uang Rp5 miliar pada 24 November 2010.

Empat hari berselang, Noval kembali menerima uang Rp1 miliar. Dalam catatan jaksa, dua transaksi itu dikirim dari rekening milik Abun.

Baca: Bupati Rita Disebut Kecipratan 6% Fee Proyek PU

Noval masih mengaku tidak mengetahui sumber dana tersebut. Menurut dia, kakaknya hanya memberitahu uang sudah dikirim ke rekeningnya. Ia diminta segera melunasi pembelian rumah di Radio Dalam.

Rita didakwa menerima suap Rp6 miliar dari Abun. Suap terkait pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kukar.

Rita mengelak. Uang itu, menurut Rita, hasil transaksi jual beli emas.

Ia didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id