Lapas Banda Aceh Tak Kelebihan Kapasitas
Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami saat konfrensi pers napi kabur di Lapas Banda Aceh - Medcom.id/Dheri Agriesta.
Jakarta: Sebanyak 113 narapidana kabur dari Lapas Kelas II A Banda Aceh, Lambaro, kemarin. Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami membantah peristiwa itu terjadi karena lapas kelebihan kapasitas. 

"Lapas Lambaro kapasitasnya 800 orang, saat kejadian isinya 726 orang sehingga masih dalam batas kapasitas, masih memungkinkan, bukan over kapasitas," kata Sri Puguh dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta, Jumat, 30 November 2018. 

Sri menjelaskan para narapidana yang kabur sedang berada di dalam masjid dan hendak menjalankan salat Magrib berjemaah. Para narapidana ini melihat ada keributan antara sejumlah narapidana dengan kepala lapas dan kepala seksi keamanan. 


(Baca juga: Sejumlah Napi Lapas Banda Aceh Diajak Kabur)
 
Keributan itu terjadi di dekat pagar pembatas antara masjid dan ruang kantor. Saat itu, lapas dijaga 10 petugas, termasuk kepala lapas dan kepala seksi keamanan. 

"Saat ini sedang dilakukan pendalaman, motif apa sebenarnya yang menyebabkan mereka sebagian lari," jelas Sri. 

Sri menduga insiden ini dipicu akibat kebijakan kepala lapas baru yang semakin ketat. Kepala lapas saat ini, kata Sri, tak membiarkan satu pun narapidana izin keluar lapas tanpa alasan yang jelas. 

"Sejak dipimpin oleh kepala yang sekarang ini memang penerapan SOP sedemikian ketat, kalau dulu izin (keluar) bisa diberikan, sekarang tidak bisa izin tanpa alasan yang jelas," beber dia. 
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id