KPK Minta Penyidikan Suap Meikarta tak Diganggu

Juven Martua Sitompul 18 Oktober 2018 20:27 WIB
OTT Pejabat Bekasi
KPK Minta Penyidikan Suap Meikarta tak Diganggu
Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan kepada pihak mana pun untuk tidak menghambat proses penyidikan kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta di Bekasi. Penyidikan bakal terus berjalan sekalipun proyek tersebut diteruskan.

"Proses penyidikan akan terus berjalan, kami harap pihak lain tidak melakukan upaya-upaya yang bisa menghambat penanganan perkara," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 18 Oktober 2018.

Febri mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus mendalami perizinan yang dipengaruhi untuk syarat proses kelanjutan izin mendirikan bangunan (IMB) proyek Meikarta tersebut.


"Karena sebelum IMB itu diterbitkan seharusnya ada beberapa izin yang harus diselesaikan terlebih dahulu dan sebelum proyek tersebut dibangun, proyek apa pun saya kira IMB sudah harus ada," pungkas dia. 

KPK sebelumnya menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (NHY) dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS) sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.

(Baca juga: KPK Sita Uang dari Rumah Bupati Bekasi)

Bersama Neneng dan Billy, penyidik juga ikut menetapkan tujuh tersangka lain. Mereka yakni dua konsultan Lippo Group yaitu Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

Dalam kasus ini, Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga telah menerima hadiah atau janji dari Lippo Group terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi. Proyek yang akan digarap itu seluas 774 hektar dan dibagi dalam tiga tahapan.

Sejauh ini pemberian yang telah terealisasi untuk Neneng Hasanah dan anak buahnya sebanyak Rp7 miliar. Uang itu diberikan Lippo Group kepada Neneng Hasanah melalui para kepala dinas.





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id