KPK Sita Uang dari Rumah Bupati Bekasi

Juven Martua Sitompul 18 Oktober 2018 14:38 WIB
OTT Pejabat Bekasi
KPK Sita Uang dari Rumah Bupati Bekasi
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto MI Susanto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebanyak lebih dari Rp100 juta dari kediaman Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yason (NHY). Uang dalam bentuk rupiah dan yuwan itu diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta di Bekasi.
 
"Terkait dengan penggeledahan di rumah Bupati Bekasi, KPK menemukan uang rupiah dan Yuan dengan jumlah lebih dari Rp100 juta," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 18 Oktober 2018.
 
Sejumlah dokumen penting juga diamankan penyidik dari rangkaian penggeledahan di beberapa lokasi tadi malam. Lokasi yang digeledah di antaranya, kantor Bupati Bekasi, kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi serta kantor PT Lippo Karawaci Tbk, di Menara Matahari, Tangerang, Banten.
 
Kemudian, Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi. Teranyar, penyidik menggeledah kediaman CEO Lippo Group James Riady.
 
Febri belum bisa mengungkap detail barang yang disita penyidi dari rumah orang nomor satu di Lippo Group tersebut. Alasannya, hingga kini penggeledahan masih berlangsung.
 
Sebelum kediaman James Riady, penyidik lebih dulu menggeledah empat lokasi yakni kantor dan rumah dinas Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yason (NHY), kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi serta kantor PT Lippo Karawaci Tbk, di Menara Matahari, Tangerang, Banten.
 
KPK sebelumnya menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (NHY) dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.
 
Bersama Neneng dan Billy, penyidik juga ikut menetapkan tujuh tersangka lain. Mereka adalah dua konsultan Lippo Group yaitu Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

Baca: Tersangka Kasus Suap Meikarta Dititip ke Polda Metro

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).
 
Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga telah menerima hadiah atau janji dari Lippo Group terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi. Proyek yang akan digarap itu seluas 774 hektare dan dibagi dalam tiga tahapan.
 
Sejauh ini pemberian yang telah terealisasi untuk Neneng Hasanah dan anak buahnya sebanyak Rp7 miliar. Uang itu diberikan Lippo Group kepada Neneng Hasanah melalui para kepala dinas.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id