Anak Korban Sempat Lihat Aksi Haris
Tersangka Haris Simamora saat rekonstruksi kejadian - Medcom.id/Antonio,
Bekasi: Aksi Haris Simamora, tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi sempat keperegok Arya Nainggolan, 7, dan Sarah Boru Nainggolan, 9, anak dari Daperum Nainggolan dan Maya Boru Nainggolan.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan sebelum melakukan aksi pembunuhannya kepada dua orang anak itu, tersangka sempat duduk di antara mereka berdua. Hal tersebut diketahui usai dilakukan rekonstruksi di kediaman korban di Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondokmelati, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 21 November 2018.

Ia menjelaskan, peristiwa pembunuhan itu bermula ketika tersangka kesal disebut sampah oleh korban Daperum Nainggolan di depan ruang televisi pada Senin, 12 November 2018 malam. Karena kesal, tersangka memiliki niat untuk menghabisi kedua korban.


Ia menunggu Daperum dan Maya Boru Nainggolan tertidur. Lalu ia mengambil linggis yang berada di bawah wastafel di bagian belakang rumah.

Lalu, Haris langsung menghardik Daperum menggunakan linggis tersebut. Maya yang tertidur di samping Daperum sempat terbangun. Namun, langsung dipukul oleh tersangka.

(Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan di Bekasi Digelar di 6 Tempat)

“Enggak ada perlawanan, tapi menunjukkan tanda-tanda masih hidup itu ada. Jadi, ketika korban perempuan dipukul sekali, masih bergerak. Baru dipukul lagi dua kali. Baru enggak bergerak. Lalu ketika enggak bergerak dua–duanya, untuk memastikan dua orang ini meninggal, si tersangka pukul lagi pada bagian leher, (menggunakan linggis) ujung lancip. Tiga kali untuk laki, dua kali untuk perempuan,” beber Indarto. 

Darah kedua korban keluar cukup banyak. Setelahnya, Haris menutup darah tersebut menggunakan bantal kecil yang ada di sekitar lokasi. 

“Anaknya keluar, dia lihat tapi kemudian oleh si HS disuruh tidur. Saat tersangka duduk di sofa, dia masuk kamar lagi dan pastikan anak ini tidur. Dia sempat duduk di kanan kiri si korban anak. Duduk sebentar melihat korban pasti tidur, lalu pakai sprei yang dijadikan selimut ditutup baru dicekik sekitar 30 detik, kakaknya dulu baru adiknya,” tutur dia. 

Setelah beraksi, korban masuk ke dalam kamar Daperum dan Maya untuk mengambil uang sebesar Rp2 juta dan handphone. Kemudian, ia keluar rumah, membuka sarung mobil dan membawanya pergi.

Tersangka sempat melarikan diri setelah beraksi. Kemudian, ia ditangkap di Garut oleh pihak kepolisian. 

(Baca juga: Warga Geram dengan Haris Simamora)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id